Bawaslu Kabupaten Malaka Patroli 24 Jam Awasi Politik Uang

asaran patroli pengawasan adalah terkait aktivitas peserta pemilu yang dilakukan pada masa tenang, seperti kampanye dan politik uang (money politik).

Bawaslu Kabupaten Malaka Patroli 24 Jam Awasi Politik Uang
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KETUA---Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka, Petrus Nahak Manek

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN---Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka melakukan patroli pengawasan selama masa tenang.

Sasaran patroli pengawasan adalah terkait aktivitas peserta pemilu yang dilakukan pada masa tenang, seperti kampanye dan politik uang (money politik).

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka, Petrus Nahak Manek kepada Pos Kupang.Com, Selasa (16/4/2019).

Menurit Piter, demikian ia disapa, Bawaslu Malaka bersama jajaran melakukan patroli pengawasan di seluruh Kabupaten Malaka. Sasaran patroli pengawasan adalah aktivitas peserta pemilu yang dilakukan pada masa tenang, seperti kampanye dan politik uang (money politik).

Di Kota Kupang, Warga Masih Antre Ambil Form A5

Selain itu, Bawaslu juga memastikan TPS yang dibuat oleh KPPS. Karena pembuatan TPS diatur dalam regulasi sehingga TPS tidak dibuat sembarangan. Untuk memastikan hal itu, Bawaslu melakukan patroli pengawasan.

Menurut Piter, sampai saat ini Bawaslu Malaka belum mendapat laporan dugaan money politik.

KPU Malaka Ajak Pemilih ke TPS Untuk Memilih

Hal yang sama dilakukan Bawaslu Kabupaten Belu. Bawaslu melakukan patroli pengawasan selama 24 jam bekerja sama intelijen.

Sasaran patroli pengawasan adalah aktivitas peserta pemilu yang dilakukan pada masa tenang, seperti kampanye dan politik uang (money politik).

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andre Parera kepada Pos Kupang.Com, Selasa (16/4/2019).

Menurut Andre, sejak tanggal 14 April sudah masuk masa tenang sehingga tidak ada lagi aktivitas dari peserta pemilu yang berkaitan dengan pemilu. Bawaslu melakukan patroli 24 jam di seluruh wilayah Kabupaten Belu bekerja sama dengan intelijen dari kepolisian.

"Kita operasi pengawasan serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Belu selama 24 jam. Kita kerja sama dengan intelijen dari kepolisian," kata Andre.

Lanjut Andre, apabila ditemukan ada peserta pemilu yang masih melakukan aktivitas berkaitan dengan pemilu yang dikuatkan dengan bukti yang cukup maka peserta pemilu yang bersangkutan siap menerima konsekwensinya. Konsekwensi yang paling berat adalah didiskualifikasi dari peserta pemilu. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved