Ratusan TPS di Lembat-NTT Kategori Rawan

Ratusan tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Lembata, terkategori rawan pada hari pencoblosan, 17 April 2019 mendatang. Banyaknya TPS itu terseb

Ratusan TPS di Lembat-NTT Kategori Rawan
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
JUMPA PERS -- Komisioner Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lembata, Thomas Febri (kiri) saat jumpa pers di kantor bawaslu setempat, Senin (15/4/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Ratusan tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Lembata, terkategori rawan pada hari pencoblosan, 17 April 2019 mendatang. Banyaknya TPS itu tersebar di delapan kecamatan minus Kecamatan Lebatukan.

Hal tersebut diungkapkan
Thomas Febri, Komisioner Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lembata, dalam jumpa pers di kantor bawaslu setempat, Senin (15/4/2019). "Dalam pemilu kali ini ada banyak TPS yang maauk kategori rawan," ujarnya.

Persija Jakarta Raih Gelar Tim Fair Play, Jakmania Sabet Gelar Supporter Terbaik Piala Presiden

Dikatakannya, rawannya TPS-TPS itu berdasarkan 10 indikator dari 4 variabel yang ditetapkan pengawas pemilu. Empat variabel itu, yakni pertama, penggunaan hak pilih/hilangnya hak. Kedua, kampanye, berikutnya netralitas dan pemungutan suara.

Sedangkan 10 indikator itu, yakni pertama, ada penambahan daftar pemilih tambahan dalam TPS. Kedua, terdapat pemilih DPK dalam TPS. Ketiga, TPS dekat rumah, keempat, TPS dekat perguruan tinggi dan kelima, TPS dekat lembaga pendidikan (pesantren/asrama.

Sedangkan indikator keenam, yakni, terdapat praktik pemberian uang atau barang pada masa kampanye di TPS. Ketujuh, terdapat praktik menghina/menghasut di antara pemilih terkait isu agama, suku, ras, dan golongan di sekitar TPS.

Soal indikator ketiga netralitas, yakni petugas KPPS berkampanye untuk peserta pemilu. Sementara soal pemungutan suara, yakni TPS berada di dekat posko/ rumah tim kampanye peserta pemilu. Dan yang terakhir, terdapat logistik/perlengakan pemungutan suara suara mengalami kerusakan untuk TPS.

Didampingi staf teknis Bawaslu, Uran Koban, dia mengatakan, jumlah TPS yang rawan itu, yakni untuk indikator 1 sebanyak 100 TPS, indikator kedua, 226 TPS, indikator ketiga, 17 TPS, indikator kelima, 39 TPS, indikator ke enam, 29 TPS, indikator ke tujuh, 25 TPS.

Sementara indikator ke delapan 17 TPS, indikator ke sembilan 24 TPS dan indikator ke 10 12 TPS. "Jadi ada banyak TPS yang rawan pada saat pemilihan nanti. Kerawanan itu terjadi pada semua kecamatan kecuali Kecamatan Lebatukan," ujar Thomas. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved