PPL dan PTPS Kecamatan Reok Awasi Ketat Pendistribusian C6

Pengawas Pemilihan Lapangan ( PPL) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara ( PTPS) se-Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai melakukan pengawasan ketat

PPL dan PTPS Kecamatan Reok Awasi Ketat Pendistribusian C6
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Para petugas KPUD Kabupaten TTU sedang memasukan logistik pemilu ke truk. Gambar diambil, Senin (15/4/2019). 

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Pengawas Pemilihan Lapangan ( PPL) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara ( PTPS) se-Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai melakukan pengawasan ketat terhadap pendistribusian C6 oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS),Senin (15/4/2019) pagi

C6 itu merupakan surat undangan atau surat pemberitahuan yang didistribusikan oleh KPPS untuk Pemilih yang akan mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Pantauan POS-KUPANG.COM di Reo, Senin (15/4/2019) pagi, PPL yang mengawasi pendistribusian C6 itu berjumlah 10 orang yang menyebar di 6 desa dan 4 Kelurahan se- Kecamatan Reok.

Tak Kunjung Terima SK Kontrak, Puluhan Anggota Satpol PP Datangi BKPP Sumba Barat Daya

Sedangkan PTPS yang mengawasi pendistribusian C6 berjumlah 60 orang yang menyebar di 60 TPS se-Kecamatan Reok.

Pengawasan ketat terhadap pendistribusian C6 itu dimulai sejak penulisan dan pengisian nama kedalam form C6 yang dikerjakan oleh KPPS sejak H-4 waktu Pemilu.

Wakil Bupati Hariro Harahap Ditangkap! Bawa Amplop Berisi Uang, Kartu Nama Istri Caleg Gerindra

Komisioner Panwascam Reok, Albertus Frederiko Davids kepada POS-KUPANG.COM di di Reo, mengatakan, jajaran PPL dan PTPS di Kecamatan Reok tengah mengawasi pendistribusian C6 sejak pagi tadi hingga sore ini.

"Pendistribusian C6 kepada Pemilih yang sudah tercatat di DPT akan ada paraf tanda terima dari Pemilih tersebut. Pengawasan ini dilakukan secara langsung oleh PPL dan PTPS di Wilayah kerja masing-masing" ungkap Pria yang membidangi Divisi PHL itu.

PPL dan PTPS, kata dia, harus cermat melihat DPT dalam pendistribusian C6 karena dalam pendistribusian tersebut dapat dikhawatirkan masih ada orang yang meninggal dunia yang terdata di DPT kemudian C6 nya tetap dibagikan.

Sambungnya, manakala ada Pemilih DPT yang sudah meninggal atau pindah namun C6 nya ada, maka C6 itu tidak boleh didistribusikan tetapi harus disimpan atau dikembalikan jangan sampai didistribusikan ke orang yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, tambahnya, KPPS yang mendistribusikan C6 harus menyerahkannya kepada Pemilih bersangkutan bukan malah menitip di tetangga.

Hal ini, tambahnya lagi, menjadi perhatian penuh bagi PPL dan PTPS dalam mengawasi pendistribusian C6.

Saat ditanya terkait apakah Pemilih DPT yang belum memiliki KTP akan dapat C6, Dia menjelaskan bahwa KPU dan Bawaslu sudah bekerja sama dengan Dispendukcapil agar Pemilih yang belum memiliki KTP akan mendapatkan Suket untuk menyoblos.

"Dasar yang diamanatkan dalam UU Pemilu adalah dokumen kependudukan, yakni KTP dan Suket yang dikeluarkan Dispendukcapil. Oleh karena itu Pemilih yang belum melakukan perekaman KTP bisa memakai Suket untuk nyoblos" tutup Pria yang akrab disapa Berto itu.

Untuk diketahui bahwa kerja - kerja PPL dan PTPS dalam mengawasi pendistribusian C6 adalah mencatat dan mengisi alat kerja serta melakukan koordinasi secara berjenjang apabila ada hambatan di lapangan.

"Catatan yang perlu dipegang oleh PPL dan PTPS adalah berapa jumlah C6 yang didistribusikan dan berapa C6 yang dikembalikan," ujar Berto. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved