Bandara Wunopito Lembata Diperlebar Lagi

Pada sisi barat (area 40 meter) luas bahu bandara itu, kata Hironimus, dilebarkan menjadi 75 meter.

Bandara Wunopito Lembata Diperlebar Lagi
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Wunopito, Hironimus Nama 

Bandara Wunopito Lembata Diperlebar Lagi

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Bandar udara (Bandara) Wunopito di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, kini sedang diperlebar. Pelebaran bandara itu dilakukan dengan cara mereklamasi pantai di bandara tersebut.

"Saat ini pekerjaan pelebaran bahu bandara itu sedang dilakukan. Item pekerjaannya adalah reklamasi pantai di area runway street," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Wunopito, Hironimus Nama, Senin (15/4/2019).

Dikatakannya, reklamasi runway street itu dari posisi 40 meter pada titik 02 (bagian barat) ke arah posisi 30 di titik 20 (bagian timur) bandara tersebut.

Pada sisi barat (area 40 meter) luas bahu bandara itu, kata Hironimus, dilebarkan menjadi 75 meter.

Sedangkan sisanya sampai (hingga pada titik 90 meter) dibangun talud untuk mengamankan bahu bandara dari terpaan badai gelombang.

Pertandingan Liga Inggris- Liverpool vs Chelsea, Ini 5 Hal Menarik Kemenangan 2-0 The Reds

Hari Ini KPU Sumba Tengah Distribusikan Logistik di Tiga Kecamatan Terjauh

Hironimus mengatakan, biaya untuk pelebaran area runway bandara itu, bersumber dari dana APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara). Hanya saja ia tak tahu berapa besar anggaran yang dikucurkan untuk pekerjaan fisik area runway bandara tersebut.

Namun biaya yang dialokasikan itu, ungkap Hironimus, berkisar antara Rp 18 miliar hingga Rp 20 miliar. "Total anggarannya sekitar Rp 18 miliar hingga Rp 20 miliar," ujarnya.

Ketika disinggung soal perpanjangan landasan pacu, dia mengatakan, selama ini upaya perpanjangan landasan pacu sudah dilakukan. Hanya saja belum ada kata sepakat antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dengan para pemilik tanah.

"Yang bertanggung jawab untuk pembebasan lahan itu adalah pemerintah kabupaten (Lembata). Sedangkan tanggung jawab pembangunan bandara adalah pemerintah pusat," ujar Hironimus.

Dengan demikian, katanya, jikalau Pemkab Lembata telah membebaskan lahan (di sisi barat bandara), maka pemerintah pusat akan segera mengucurkan dana untuk perpanjangan landasan tersebut. "Jadi, kapan landasan pacu bandara ini akan diperpanjang, jawabannya adalah setelah pemerintah kabupaten membebaskan lahan (di bagian barat bandara ini)," ujarnya.

Saat ini, katanya, panjang landasan pacu Bandara Wunopito, 1.200 meter. Kondisi ini sama dengan panjang landasan pacu bandara di Seba, Kabupaten Sabu Raijua. Sedangkan bandara lainnya, seperti Gewayan Tanah di Larantuka, Flores Timur (Flotim), panjang landasan pacunya sudah 1.600 meter.

"Terus terang, kami ingin sekali memperpanjang landasan pacu bandara ini. Kalau pembebasan lahannya sudah dilakukan, maka manajemen UPBU Wunopito pasti akan segera memperpanjang bandara ini. Dampaknya, adalah armada penerbangan tentunya akan bertambah dan harga tiketnya bersaing," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved