Air dari Sawah Dibuang ke Badan Jalan di Kabupaten Lembata

air yang dibuang dari lahan persawahan itu mengalir sekitar 20 meter melalui badan jalan hingga akhirnya membelok ke sisi jalan

Air dari Sawah Dibuang ke Badan Jalan di Kabupaten Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Air yang mengairi sawah Waikomo dibuang ke badan jalan, seperti tampak dalam gambar yang diabadikan, Senin (15/4/2019) pagi. 

Air dari Sawah Dibuang ke Badan Jalan di Kabupaten Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Air dari lahan persawahan di Waikomo, selama ini dibuang ke badan jalan. Kondisi ini terjadi karena sampai saat ini saluran pembuangan belum dibangun di areal persawahan tersebut.

"Air yang mengalir dari lahan persawahan ini terpaksa dialihkan ke badan jalan karena tidak ada saluran pembuangan. Ini sudah terjadi selama ini," ujar salah seorang petani sawah ketika ditemui Pos Kupang.Com, Senin (15/4/2019).

Saat itu ia sedang mengamati tanaman padi miliknya yang sedang berbulir. Tak jauh dari tempat ia berdiri, air dari lahan persawahan itu dibuang ke badan jalan dan mengalir melalui badan jalan itu menuju kali Waikomo.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, air yang dibuang dari lahan persawahan itu mengalir sekitar 20 meter melalui badan jalan hingga akhirnya membelok ke sisi jalan lalu menuju kali Waikomo.

Aliran air itu mengalir melalui badan jalan yang dibuka untuk dilalui kendaraan yang hendak memuat material galian C dari dalam kali tersebut.

Jalan yang dialiri air itu kini dalam kondisi rusak parah. Kerusakan jalan di tempat itu, sama persis dengan kondisi jalan pada titik lainnya di ruas jalan itu.

Daebak, BTS Jadi Artis Korea Pertama yang Masuk Spotify Daily Global Top 200 Chart!

Hasil dan Klasemen Liga Italia, Juventus Harus Menunda Pesta, Napoli Menang

Pertandingan Liga Italia- Frosinone vs Inter Milan, Perisic Ambil Penalti, Bukan Icardi

Padahal ruas jalan itu menghubungkan dua fasilitas umum yakni Terminal Barat Lewoleba dan Pasar Pada Lewoleba. Pasar itu akan menjadi pasar induk di Kabupaten Lembata.

Menurut Lukas Kopong, warga setempat, pada tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Lembata meminta petani sawah menebang sejumlah pohon baik kelapa maupun pohon mangga dan lainnya, yang tumbuh di atas badan jalan tersebut.

Pepohonan itu harus ditebang agar memudahkan pemerintah mengaspalkan ruas jalan sepanjang sekitar satu kilometer tersebut.

Akan tetapi, lanjut Lukas, setelah semua pohon ditebang, pemerintah justeru ingkar janji. Pasalnya sudah hampir tiga tahun terakhir, pemerintah tidak mengaspalkan ruas jalan itu. "Pemerintah sedang menipu kami," ujar Lukas dengan nada menyindir.

Jangankan ruas jalan itu diaspal, lanjut Lukas, untuk memperbaiki yang rusak dan berlubang-lubang saja tidak dilakukan sama sekali. Padahal ruas jalan yang membelah areal persawahan Waikomo itu sudah rusak parah. Hal ini tentunya berbuntut oafa biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun ruas jalan itu, akan besar lagi.

"Tapi kami sangat berharap agar pemerintah segera memperbaiki kerusalan jalan ini. Semakin cepat diperbaiki, itu akan semakin baik," ujar Lukas. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved