Mahasiswa Muhammadiyah Kupang Peduli Kehidupan Sosial

mahasiswa FKIP Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Kupang dilatih untuk peka dan peduli terhadap kehidupan sosial masyarakat sekitar

Mahasiswa Muhammadiyah Kupang Peduli Kehidupan Sosial
PPOS-KUPANG.COM/ Ricardus Wawo
Mahasiswa Muhammadiyah peduli lingkungan 

Mahasiswa Muhammadiyah Kupang Peduli Kehidupan Sosial

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Melalui program studi lapangan dan pengabdian masyarakat di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Sabtu (13/4/2019), mahasiswa FKIP Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Kupang dilatih untuk peka dan peduli terhadap kehidupan sosial masyarakat sekitar. Sebagai masa depan bangsa, kepekaan dan kepedulian terhadap kehidupan sosial adalah hal utama yang harus terpatri di dalam diri.

Ditemui Pos Kupang, Minggu (14/4/2019), Dosen FKIP Progaram Studi Pendidikan Sosiologi Amirulah Datuk, S.Pd., M.Pd menceritakan kegiatan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dalam rangka Studi Lapangan dan Pengabdian Masyarakat di Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 70 mahasiswa semester II Pendidikan Sosiologi.
"Tujuan kegiatan kami yang dikemas dalam Studi Lapangan Sekaligus Pengabdian Masyarakat dalam rangka memberikan rasa kepedulian mahasiswa terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan. Artinya mahasiswa tidak hanya belajar soal konsep dan teori, tetapi bagaimana mengejahwantahkan teori dan konsep itu pada sebuah kehidupan. Dan kegiatan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat setempat," jelasnya.

ICW Kritik Paradigma Lama Penyelenggara Negara dalam Pelaporan Harta Kekayaan

Dari program ini pihak universitas hendak mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana berpikir kritis. Berpikir kritis, katanya, adalah bagian dari kecakapan kognitif untuk melaukan investigasi atas persoalan yang ada dengan tiga indikator penting, yakni indentifikasi masalah, analisis masalah, dan kesimpulan. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan.

Salah satu aktivitas yang dilakukan, tandasnya, adalah pembersihan gereja. Menurut Amirulah, kegiatan bersih gereja ini pada prinsipnya memberikan penjelasan tentang makna-makna sosial tentang keberagaman. Apalagi kehadiran mahasiswa bertepatan dengan momen hari raya paskah, maka mahasiswa Muhammadiyah Kupang khususnya Fakalutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program studi pendidikan sosiologi menempatkan diri di momentum paskah ini bersama dengan masyarakat untuk membersihkan tempat ibadah berada di gereja Batithel Oelanisa.
Pada kesempatan itu, Dekan Fisipol Pak Idris, S.Sos, M.Si yang ikut dalam kegiatan tersebut juga menyebutkan kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan sosial, agar mereka sudah bisa menempatkan diri dengan situasi kehidupan sosial yang ada.
"Dan kegiatan ini juga berkolaborasi dengan mata kuliah seperti pranata sosial bagaimana mahasiswa diajarkan untuk melihat kondisi budaya adat secara langsung dan memberikan pemahaman terhadap masyarakat dalam membangun sebuah tatanan kehidupan yang rukun, aman, damai dan tentram dalam perspektif kekayaan lokal dan kearifan lokal yang harus untu dirawat."

Mahasiswa FPIK UKAW Mulai Menata Pantai Lasiana Jadi Ekowisata

Salah satu Mahasiswa Hermian Neam merasa bangga, karena mereka bisa hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Kami tidak hanya belajar di kampus tapi bagaimana kami bisa terjun langsung bersama masyarakat seperti ini," imbuhnya.
Menurut Hermian Banyak hal yang didapatkan dari kegiatan ini.
"beberapa masyarakat yang kami wawancarai mengatakan mereka belum mendapatkan listrik, jalan yang baik hingga puskesmas. Kami sebagai mahasiswa juga berterima kasih kepada masyarakat Desa Baumata Timur khususnya RT 03 dan RT 04 yang sudah menerima dan berbagai informasi dengan kami," pungkasnya.

Keterangan Foto/dokumen pribadi Amirulah Datuk/Melalui program studi lapangan dan pengabdian masyarakat di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Sabtu (13/4/2019), mahasiswa FKIP Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Kupang dilatih untuk peka dan peduli terhadap kehidupan sosial masyarakat sekitar.(*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved