Mahasiswa FPIK UKAW Mulai Menata Pantai Lasiana Jadi Ekowisata

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTT menata Pantai Lasiana

Mahasiswa FPIK UKAW Mulai Menata Pantai Lasiana Jadi Ekowisata
PPOS-KUPANG.COM/ Laus Markus Goti
Para dosen dan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW menanam anakan di Pantai Lasiana Kupang, Sabtu (13/4/2019). 

Mahasiswa FPIK UKAW Mulai Menata Pantai Lasiana Jadi Ekowisata

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Artha Wacana (UKAW) Kupang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai menata Pantai Lasiana, Kupang, menjadi ekowisata kuliner lokal dan pertunjukan seni budaya.

Sabtu (13/4/2019) pagi, para mahasiswa, Dosen dan Dekan FPIK ini turun ke lokasi. Mereka membersihkan sampah - sampah di sejumlah titik, menanam ratusan anakan Manggrove dan memantau lahan seluas kurang lebih 300 m persegi untuk dijadikan kolam ikan.

Pada kesempatan itu juga para mahasiswa diberi pengajaran oleh para dosen tentang potensi-potensi perikanan dan kelautan untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Menariknya, proses pengajaran dilakukan sambil berkeliling di area Pantai Lasiana.

Puluhan Pemuda di Kota Kupang Bersih Pantai Lasiana! Kampanye Pariwisata Kota Kupang.

Umbu Dawa, selaku Dekan FPIK UKAW, di sela kesibukannya, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan FPIK sangat bersyukur diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata menata Pantai Lasiana menjadi Ekowisata.

"Kami tentunya menyambut antusias kesempatan ini, sebab sangat baik untuk proses pendidikan bagi mahasiswa terutama menyiapkan mereka terjun ke dunia kerja dan usaha sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat mengembangkan usaha di Pantai Lasiana ini," ungkapnya.

Pemprov NTT Gelar Bersih Sampah Sepanjang Pantai Oeba - Lasiana

Umbu mengatakan, kegiatan ini dikemas dalam program ekskursi yang merupakan salah satu mata kuliah di FPIK. Mata kuliah ini, kata Umbu, fokus pada pengenalan objek kajian yang berhubungan dengan perkuliahan, yaitu Manajemen Sumber Daya Perairan dan Teknologi Hasil Perikanan.

Umbu menjelaskan, lokasi yang hendak dijadikan tambak ikan perlu ditata secara baik. "Lokasinya potensial, kita sudah lihat ada ikan, cuman run off dari darat ke laut sangat besar dan endapan lumpurnya tinggi. Jadi kita perlu lakukan perbaikan-perbaikan kecil," ungkapnya.

Lahan semacam tambak tersebut, lanjutnya milik keluarga Mesakh yang bersedia bekerja dengan Dinas Pariwisata untuk dikembangkan menjadi kolam ikan. "Nah nanti kalau sudah jadi, di lokasi ini akan jadi tempat pemancingan. Ikan yang akan kita lepas di sini, antara lain, Bandeng," kata Umbu.

Pengunjung Minta Fasilitas Di Pantai Lasiana Diperbaiki

Terkait Manggrove, Umbu menjelaskan, sebenarnya ada banyak jenis Manggrove yang bisa dikembangkan di Pantai Lasiana. Sementara itu, ratusan anakan Manggrove yang ditanam oleh para dosen dan mahasiswa merupakan jenis Manggrove yang tidak bisa dimakan oleh hewan, misalnya sapi atau kambing.

Lanjutnya, untuk kegiatan Festival Seni Budaya FPIK yang merupakan program rutin tahunan, tidak lagi dipusatkan di Kampus tetapi di Pantai Lasiana. "Jadi seperti itu, kita Pantai ini kita akan adakan berbagai pertunjukan seni budaya yang tentu saja di memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat pelaku usaha di Pantai Lasiana ini," ungkapnya.(*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved