Rekoleksi Pra Paskah di Aula Gereja Sta Maria Assumpta, Ini Pesan Uskup Turang

Uskup Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr menyampaikan rekoleksi pra Paskah di Aula Gereja Sta Asumpta Kupang, Sabtu (13/4/2019)

Rekoleksi Pra Paskah di Aula Gereja Sta Maria Assumpta, Ini Pesan Uskup Turang
ISTIMEWA
Uskup Agung memberikan arahan kepada Pengurus LP3K Provinsi NTT saat beraudiensi, Senin (27/11/2017) pagi di Istana Keuskupan Agung Kupang. 

Rekoleksi Pra Paskah di Aula Gereja Sta Maria Assumpta, Ini Pesan Uskup Turang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Uskup Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr menyampaikan rekoleksi pra Paskah. Rekoleksi ini sebagai panggilan pra paskah untuk memanggil semua masyarakat menuju suatu keadaan agar mampu melihat kesejahteraan -kesejahteraan yang ada.

Rekoleksi Pra Paskah 2019 ini berlangsung di Aula Gereja Sta. Maria Asumpta, Sabtu (13/4/2019).

Rekoleksi dengan tema Literasi Teknologi dan Keutuhan Ciptaan dengan Moderator,Pius Rengka.
Rekoleksi ini menampilkan pembicara tunggal, yakni Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang.

Usai Masa Kampanye, Sandiaga Bakal Umrah

Rekoleksi Pra Paskah ini diselenggarakan oleh Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang, yang diketuai oleh Romo Maxi Un Bria.

Hadir juga pada kegiatan ini, Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man.
Dalam penyampaian materi, Uskup Petrus Turang mengatakan, saat ini terjadinya perpecahan karena kesombongan sosialm "Kondisi ini muncul, karena ada kelompok yang bilang lebih hebat dari lain.

Kita umat Katolik bilang lebih hebat dari umat Protestan,lebih hebat dari umat Islam , umat Hindu dan Buhda dan sebaliknya. Jadi kondisi ini yang akan buat perpecahan di antara sesama umat," kata Mgr. Petrus Turang.

Dijelaskan, masing-masing umat perlu terbuka ,meski kepentingan yang berbeda dan akan terjalin saling menghargai.
Dikatakan, teknologi yang ada saat ini sebagai alat bantu komunikasi bukan sebagai alat perusak.

Audisi The Voice Indonesia di Kupang NTT, Ibu-Anak Yang Ikut Audisi Beda Nasib

"Komunikasi kita gunakan teknologi dan membangun komunikasi antar sesama.
Tapi human trafficking juga lewat teknologi ini," katanya.

Menurut Mgr. Petrus Turang, dengan teknologi membuat semua bidang kehidupan menjadi lebih baik.
"Jadi teknologi itu membantu bukan untuk merugikan.
Saya contohkan teknologi. Pemerintah punya BUMN menghasikan pupuk kimia, kemudian dijual ke petani, kemudian diberikan ke tanaman, ada residu dan bisa merusak air dan sebagainya," ujarnya.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved