Ini Tujuh Lokasi  TPS di  Kabupaten Flotim-NTT Paling Sulit Dijangkau

lokasi yang paling berat yakni Demondei dan Kawela di Kecamatan Wotan Ulumado, Pulau Adonara, Lewotanaole di Kecamatan Solor Barat, Pulau Solo

Ini Tujuh Lokasi  TPS di  Kabupaten Flotim-NTT Paling Sulit Dijangkau
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Juru Bicara KPUD Flotim, Kornelis Abon Tabi

Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA---Komisi   Pemilihan  Umum  (KPU) Kabupaten  Flores  Timur (Flotim)  di Pulau  Flores, Propinsi Nusa Tenggara  Timur memetakan  tujuh lokasi  Tempat Pemungutan  Suara (TPS) yang paling sulit dijangkau dalam  Pemilu serentak  pemilihan Presiden, DPR/D dan DPD  RI, Rabu  (17/4/2019).

Wilayah ini   hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor karena akses jalan  yang  rusak berat   atau perahu  motor. 

Ketujuh  lokasi  yang paling berat yakni   Demondei  dan Kawela di Kecamatan Wotan  Ulumado, Pulau  Adonara, Lewotanaole di Kecamatan Solor Barat, Pulau  Solor, Patisirawalang, Latonliwo 1, Latonliwo 2 dan Aransina,  di  Kecamatan Tanjung Bunga sebelah  utara   Flores Timur.

“Konfirmasi yang terakhir  ke  Demondei sudah  bisa dilalui truk.  Tetapi kalau  beberapa hari ke depan hujan, bisa jadi tidak dapat dilalui truk. Harus gunakan sepeda motor,”  kata Ketua KPU Flotim,Kornelis  Abon, dihubungi  POS-KUPANG.COM,  Jumat   (12/4/2019) sore.

Kornelis menyebut beberapa  TPS yang jauh dan sulit   terdapat di Kecamatan Wulanggitang  empat TPS,  Tanjung Bunga delapan  TPS, Witihama satu  TPS, Adonara  Barat lima TPS. Wotan Ulumado lima TPS,  Solor  Barat satu  TPS. Adonara dua  TPS dan   tiga  TPS  di Adonara Tengah.

“Untuk Solor Barat  penyeberangan laut, truk, pikap atau sepeda motor. Kondisi jalan rusak parah. Sama  juga untuk beberapa   tempat di Adonara motor laut, truk, pikap dan  sepeda motor.  Beberapa titik memang bisa jadi pakai sepeda motor karena jalanan rusak, berlubang, mendaki dan turunan,” kata Kornelis. 

Wakil  Bupati  Flores  Timur, Agus  Boli, mengatakan  pemerintah  daerah membantu  koordinasi sampai di tingkat bawah untuk kelancaran dan kenyamanan penyelenggaraan pesta demokrasi.

Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur Hingga Hamil Sudah Masuk Tahap Penyidikan

“Teknis penyelanggaraan  di KPU, tetapi tanggungjawab moril dan  materil Pemda tetap ada demi mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkualitas supaya pemimpin di parlemen maupun eksekutif yang terpilih adalah pemimpin berkualitas.  Proses yang  baik hasilnya pun tentu baik,” kata  Agus, dihubungi  Jumat (12/4/2019).

Agus mengajak masyarakat Flotim mengikuti Pemilu secara penuh, jangan golput.   Satu  suara kita  menentukan masa depan negara,masa depan rakyat Indonesia. Pilih orang yang diyakini baik dan peduli rakyat. *

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved