Bendera Merah Berkibar di Waikomo, Kabupaten Lembata

Sebuah bendera warna merah berkibar di sisi jalan pada lahan persawahan Waikomo, Kelurahan Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Bendera Merah Berkibar di Waikomo, Kabupaten Lembata
POS-KUPANG.COM/ Frans Krowin
Ruas jalan yang terancam putus di areal persawahan Waikomo. Gambar diabadikan, Jumat (12/4/2019). 

Bendera Merah Berkibar di Waikomo, Kabupaten Lembata

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM | LEWOLEBA-  Sebuah bendera warna merah berkibar di sisi jalan pada lahan persawahan Waikomo, Kelurahan Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Bendera merah yang diikat pada ujung bambu itu, untuk mengingatkan warga akan kondisi jalan yang terancam putus di tempat tersebut.

Disaksikan Pos Kupang.Com, Jumat (12/4/2019), selain benderah merah dipancang di lokasi tersebut, warga juga menutup sebagian badan jalan dengan memalang kayu besar di tempat tersebut.

Obyek Wisata Lamalera Terancam Terisolir, Gara-gara Jalan Rusak

Kayu yang dipasang melintang itu hanya menyisahkan sebuah lorong kecil untuk dilalui sepeda motor. Sedangkan kendaraan roda empat dilarang melewati ruas jalan yang membelah lahan persawahan tersebut.

Menurut Lukas Wuwur, selama ini ruas jalan itu bisa dilalui kendaraan baik sepeda motor, mobil pick up maupun kendaraan besar lainnya. Meski kondisi jalan itu rusak berat, tapi ruas jalan itu ramai oleh lalulalang kendaraan bermotor. Sepanjang hari, jalan itu tak pernah sepi oleh hilir mudik pengguna jalan.

Akan tetapi, lanjut dia, saat hujan lebat mengguyur Lembata dan banjir besar menerjang alur kali Waikomo baru-baru ini, situasi jalan yang ramai itu, sontak berubah menjadi sepi. Pasalnya, mobil pick up maupun truck, tak lagi melewati ruas jalan yang menghubungkan Waikomo-Pasar Pada tersebut.

Jalan Rusak Menuju Air Terjun Cunca Wulang, Empat Wisatawan Asing Alami Kecelakaan

Dia mengatakan, pihaknya berharap agar pemerintah segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melihat dan merencanakan penanganan hal tersebut. Dengan begitu persoalan tersebut bisa lebih cepat diatasi.

"Kami harap.pemerintah lebih cepat menangani masalah ini. Kalau dibiarkan berlarut-larut, maka risikonya lebih besar. Selain itu, biaya yang dikeluarkan pun tentu akan lebih besar lagi. Untuk itu kami harap agar pemerintah tidak persoalan ini berlarut-larut," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved