Curah Hujan di Pulau Sumba Diprakirakan Berkurang Sejak Pertengahan April 2019

Potensi curah hujan di wilayah Sumba diprakirakan mulai pertengahan bulan April 2019 ini terus berkurang

Curah Hujan di Pulau Sumba Diprakirakan Berkurang Sejak Pertengahan April 2019
POS-KUPANG.COM/ ROBERT ROPO
Prakiraan cuaca di Kantor BMKG Waingapu 

Curah Hujan di Pulau Sumba Diprakirakan Berkurang Sejak Pertengahan April 2019

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Curah hujan di wilayah Sumba diprakirakan mulai pertengahan bulan April 2019 ini terus berkurang dan berpotensi pada akhir April 2019 ini hujan berakhir.

Hal itu disampaikan oleh Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda (UMK) Waingapu, Muhamad Subagya, S Tr kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (11/4/2019).

subagya menjelaskan, pada dasarian kedua mulai tanggal 11 sampai 20 April 2019 mendatang diprakirakan potensi hujan terus berkurang di wilayah Sumba dan bisa berpotensi untuk seluruh wilayah NTT, dan pada dasarian ketiga pada bulan April 2019 berpotensi hujan berakhir.

Ini Capaian Bank NTT Khusus Unit Pelayanan Hingga Tahun 2018

"Dasarian pertama hujan, kemudian dasarian kedua ini hujan tapi tidak begitu besar, namun kemarin hanya hujan lokal saja hampir semua wilayah Sumba,"ungkap Subagya.

Subagya mengatakan, namun tidak menutup kemungkinan juga berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kecang. Hal ini berpengaruh karena faktor-faktor lain seperti siklon tropis.

Subagya juga menjelaskan dari bulan April sampai Mei 2019 diprediksi cuacanya menghangat di sebelah selatan dan sampai di sebelah Timur Papua hal ini akan menyebabkan berpotensi el nino moderat sehingga berpotensi musim kering.

"Kemungkinan masuk bulan Mei dan Juni 2019 ini curah hujan mulai berkurang dan berpotensi tidak ada cuaca siklon tropis lagi,"Ungkap Sabagyan.

Dipecat dari Golkar, Mantan Ketua DPD Wonosobo Dirikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di Rumahnya

Kepala Stasiun Meteorologi UMK Waingapu Elias Limahelu juga menambahkan, bahwa saat ini wilayah Sumba memasuki musim pancaroba.

"Jadi seperti biasanya musim panca rubah ya ada potensi juga hujan lebat dan angin kencang dan angin puting beliung. Diharapkan kepada masyarakat tetap waspada di musim pancaroba ini dimana ada peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,"ungkap Elias. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved