Penyerapan Uang Tidak Layar Edar di Kastip Waingapu Tertinggi Se Indonesia

Penyerapan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) oleh Kas Titipan Bank Indonesia Waingapu menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan UTLE senilai Rp 366 miliar

Penyerapan Uang Tidak Layar Edar di Kastip Waingapu Tertinggi Se Indonesia
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT, Lidya Kurniawati Christyana menyerahkan penghargaan kepada BI Perwakilan Provinsi NTT diterima Kepala Deputi, Muhammad Syahrial saat Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi NTT dan Sosialisasi SUN Ritel Seri SBR006 di kantor BI Perwakilan NTT, Selasa (9/4/2019)

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Penyerapan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) oleh Kas Titipan Bank Indonesia di Waingapu menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan UTLE senilai Rp 366,54 miliar.

"Kas titipan di Waingapu berkontribusi menghadirkan Uang Layak Edar (ULE) di daratan Sumba
yang ditunjukkan oleh penyerapan UTLE yang tinggi se Indonesia dengan nilai Rp 366,53 miliar. Sementara kas titipan di Lewoleba yang baru dibuka pada September 2018 berhasil menyerap UTLE sebesar Rp 179,89 miliar," kata Manajer Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Handrianus P Asa didampingi Asisten Candra Raharjo saat Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi NTT dan Sosialisasi SUN Ritel Seri SBR006 di kantor BI Perwakilan NTT, Selasa (9/4/2019).

Ia mengatakan, sejak kas titipan Bank Indonesia di Lewoleba dibuka hingga
September 2018, jumlah ULE yang sudah di-dropping Bank Indonesia adalah Rp
303,75 miliar.

Menurut Handrianus, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT merupakan kantor dengan kas titipan terbanyak di seluruh Indonesia dan sekarang ini ada delapan kas titipan
yang terletak di Atambua, Lembata, Ende, Maumere, Ruteng, Waingapu,
Waikabubak, dan Alor. Semua dikelola oleh Bank NTT, kecuali kas titipan Waingapu yang dikelola oleh BRI.

Foto bersama peserta dan narasumber Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi NTT dan Sosialisasi SUN Ritel SBR006 di kantor BI Perwakilan NTT, Selasa (9/4/2019).
Foto bersama peserta dan narasumber Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi NTT dan Sosialisasi SUN Ritel SBR006 di kantor BI Perwakilan NTT, Selasa (9/4/2019). (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

"Kas titipan adalah kegiatan penyediaan uang Rupiah milik Bank Indonesia yang
dititipkan kepada salah satu bank untuk mencukupi persediaan kas bank-bank
dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat di suatu wilayah/daerah tertentu," ujarnya.
Bank Indonesia, kata Handrianus, menunjuk bank umum sebagai pengelola kas titipan untuk
melakukan kegiatan: setoran dan penarikan bank di wilayah kerjanya, penukaran
uang di loket untuk kebutuhan masyarakat, pelaksanaan kas keliling, sortasi uang,
serta penyimpanan uang.

Keberadaan kas titipan Bank Indonesia di Atambua, jelas Handrianus, merupakan simbol kehadirannegara dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa.

"Sepanjang tahun 2018, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT telah melaksanakan dropping ULE ke kas titipan Atambua sebesar Rp 490,53 miliar yang merupakanjumlah dropping ULE terbesar dibandingkan tujuh kas titipan lainnya di Provinsi NTT sepanjang tahun 2018 sebagai wujud komitmen Bank Indonesia menjamin penggunaan uang Rupiah yang berkualitas di wilayah perbatasan NKRI," kata Handrianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved