Bintang sepak bola Inter Milan Membiayai makan siang anak imigran kurang mampu

Bintang sepak bola Inter Milan, Antonio Candreva, menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai makan siang seorang anak keluarga imigran kurang mamp

Bintang sepak bola Inter Milan Membiayai makan siang anak imigran kurang mampu
(Twitter@inter)
Pemain Inter Milan merayakan kemenangan atas Sampdoria 2-1. 

POS KUPANG.COM -Bintang sepak bola Inter Milan, Antonio Candreva, menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai makan siang seorang anak keluarga imigran kurang mampu di sebuah sekolah dasar di Italia.

Keluarga anak imigran itu tidak mampu membayar biaya makan siang di sekolahnya, sehingga hanya diberi menu keripik dan ikan tuna dan bukan menu rutin makan siang, seperti dilaporkan media Italia.

Negara-negara mana saja yang paling banyak menampung imigran? Partai kanan AfD tetapkan 'Islam tak cocok dengan budaya Jerman'

"Kami diperlakukan bagai anjing", derita kaum minoritas Gipsi di Italia
Anak perempuan tersebut dilaporkan menangis saat jatah makan siangnya dikurangi. Kabar ini kemudian menjadi isu besar di Italia, dan diketahui oleh pemain berusia 32 tahun tersebut.

Jefri Riwu Kore Pantau Pengepakan Logistik Pemilu

"Saya siap membantu orang tuanya untuk membayar makan siangnya di kantin sekolah," kata Candreva kepada Wali Kota Minerbe, yang berjarak 35km dari Kota Verona, Italia.
keripik dan ikan tuna

Keluarga anak imigran itu tidak mampu membayar biaya makan siang di sekolahnya, sehingga hanya diberi menu keripik dan ikan tuna. Foto ilustrasi: keripik dan taburan potongan ikan tuna di atasnya.

Masalah ini kemudian merembet menjadi isu politik, karena Wali Kota Minerbe, Andrea Girardi adalah politikus Partai Lega Nord (Northern League), yang dikenal anti-imigran.

Salah-seorang politikus yang paling dikenal, sekaligus Sekjen Partai Gerakan Lima Bintang (The Five Star Movement), yang juga anti-imigran, adalah Matteo Salvini, Menteri Luar Negeri Italia.
Dua partai ini membangun koalisi pemerintahan populis.

Partai Demokrat (PD), yang berhaluan tengah-kiri, menuduh pemerintah menerapkan "kebijakan diskriminatif".

Laporan-laporan media mengungkapkan anak-anak lain makan siang dengan menu pasta dan hidangan kedua, sementara anak imigran itu hanya mengonsumsi tuna dan keripik.
Menanggapi tudingan miring yang mengarah kepadanya, Wali Kota Minerbe, Andrea Girardi mengatakan sebagian siswa mendapat jatah makan keripik dan ikan, karena keluarga lainnya "membayar biaya (kantin) secara teratur".

Bagaimanapun, apa yang dialami bocah perempuan yang berlatar imigran itu beredar luas di media sosial Italia dan memunculkan fakta lainnya bahwa anak-anak lain dari keluarga imigran yang kurang mampu menghadapi kesulitan yang sama di sekolah.

Dalam beberapa kasus, menurut harian La Repubblica, sejumlah guru memberikan makan siang mereka kepada anak-anak yang orang tuanya tidak mampu membayar biaya kantin.

Wali Kota Minerbe, Girardi kemudian menjawab bahwa pemerintahannya telah membantu 30 keluarga yang mengalami kesulitan serupa terkait pembayaran uang kantin.

"Kami menghadapi puluhan masalah seperti ini, dan tentu saja, kami tidak bisa menutupi seluruh biayanya. Jadi, kami memutuskan membuat kebijakan lain," papar Girardi.
Anggota Dewan Kota Minerbe, yang dikutip media di Italia, mengatakan: "Bagaimana Anda bisa menganggapnya adil, ketika seorang bocah perempuan di sebuah sekolah dasar dihina karena orang tuanya menunggak bayar biaya makan siang?" (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved