Dirawat di RS Polri, KPK Tetap Jaga Romahurmuziy

KPK membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) M. Romahurmuziy di Rumah Sakit Polri

Dirawat di RS Polri, KPK Tetap Jaga Romahurmuziy
(ANTARA/Benardy Ferdiansyah)
Anggota DPR RI periode 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy, salah satu tersangka kasus suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA -  Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) M. Romahurmuziy di Rumah Sakit Polri. Romahurmuziy merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selama dirawat sejak 2 April 2019 silam, tim KPK tetap menjaga Romahurmuziy.

"Saya cek sampai hari ini masih dalam status pembantaran. KPK tetap melakukan penjagaan, jadi ada pengawalan tahanan di sana dan kami juga melakukan penjagaan dalam proses pembantaran tersebut," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/4/2019) malam.

Bupati Kamelus Mengaku Sudah Kirim Nama Penjabat Sekda Manggarai

Saat ini, KPK juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kondisi medis Romahurmuziy. "Semoga nanti setelah pemeriksaan hasil laboratoriumnya selesai dan ada pendapat dari dokter maka proses lanjutan bisa dilakukan," ungkapnya.

Jokowi dan Ibu Iriana Kunjungi Gereja Benyamin Oebufu Kupang

Febri sebelumnya juga tak menjelaskan secara rinci kondisi medis Romahurmuziy. "Belum bisa dilakukan perpanjangan penahanan karena yang bersangkutan sedang dibantarkan karena ada kebutuhan perawatan secara medis yang tidak bisa ditanggulangi atau ditangani di Rutan maka dibantarkan ke RS Polri," kata Febri.

Dalam kasus ini, Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romahurmuziy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur. Romahurmuziy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (KOmpas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved