Sertu Pom TNI AL Romadhon Terjungkal di Imulolong

Sertu (POM) TNI AL, Rahmad Romadhon, mengalami nasib sial. Saat berkendara ke Pos TNI Angkatan Laut di Wulandoni, ia justeru terjungkal ke tepi jalan

Sertu Pom TNI AL Romadhon Terjungkal di Imulolong
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
MOBIL AMBULANCE -- Warga Dusun Warawatun, Desa Imulolong, saat mengangkat Sertu (POM) TNI AL, Rahmad Romadhon ke mobil ambulance saat kecelakaan lalulintas di dusun itu, Sabtu (6/4/2019). 

POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
MOBIL AMBULANCE -- Warga Dusun Warawatun, Desa Imulolong, saat mengangkat Sertu (POM) TNI AL, Rahmad Romadhon ke mobil ambulance saat kecelakaan lalulintas di dusun itu, Sabtu (6/4/2019).

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Sertu (POM) TNI AL, Rahmad Romadhon, mengalami nasib sial. Saat berkendara ke Pos TNI Angkatan Laut di Wulandoni, ia justeru terjungkal ke tepi jalan di Dusun Watuwara, Desa Imulolong, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata. Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (6/4/2019) sekitar pukul 11.45 Wita.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com, di Lewoleba, Minggu (7/4/2019) menyebutkan, hari itu, Sertu Rahmad bersama rekannya Melki, meninggalkan Lewoleba sekitar pukul 09.00 Wita. Keduanya hendak ke Pos TNI AL di Wulandoni di pantai selatan Lembata.

Saat itu Sertu Rahmad mengendarai sepeda motor tiger milik Melki. Dari Lewoleba, Rahmad tak mengalami kesulitan selama mengendarai kendaraan tersebut. Maklum, sebelum berangkat, Melki telah memeriksa kondisi kendaraan, baik itu ban luar, tekanan angin, rem dan lainnya.

Namun entah kenapa, setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Lewoleba dan tiba di Dusun Watuwara, Desa Imulolong, tiba-tiba rem kendaraan tersebut tidak berfungsi sama sekali. Padahal saat itu keduanya sudah tiba pada jalan rabat menurun di tengah dusun tersebut.

Hasil Pertandingan Liga Spanyol- Juventus vs AC Milan, Nyonya Besar Bisa Rayakan Juara Pekan Ini

Lantaran kendaraan tengah melaju dengan kecepatan sedang sementara jalan rabat itu cukup bagus, sehingga laju kendaraan semakin kencang. Saat itu Rahmad berusaha untuk mengendalikan laju kendaraan dengan mencoba mengatur porsneling sepeda motor itu. Tapi apa yang dilakukannya sia-sia. Kendaraan semakin melaju tanpa hambatan apa pun.

Sejumlah saksi mata, menyebutkan, saat kendaraan melaju kencang, mereka mendengar teriakan histeris dari atas kendaraan. Rupanya yang berteriak itu adalah Melki yang saat itu dibonceng oleh Sertu Rahmad.

Teriakan Melki itu untuk meminta anak-anak agar menjauh dari sisi jalan rabat yang dilalui kendaraan naas tersebut. Maksudnya, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. "Kami dengar ada yang berteriak dan tidak lama kemudian, terjadi kecelakaan di pinggir jalan itu," ujar salah seorang saksi mata.

Warga menyebutkan, kecelakaan itu cukup mengerikan. Pasalnya, sepeda motor yang digunakan aparat TNI AL tersebut meluncur cukup kencang dari atas ketinggian kemudian membentur bahu jalan lalu melayang cukup tinggi hingga akhirnya terlempar cukup jauh dari lokasi kejadian.

Saat sepeda motor naas itu melayang, Sertu Rahmad dan Melki juga ikut melayang. Beberapa saat kemudian keduanya jatuh terguling di sisi jalan. Melki jatuh dengan bahu membentur tanah. Demikian pula Rahmad jatuh dengan wajah membentur keras tanah dan bebatuan yang berserakan di atas rerumputan.

Menurut saksi mata, saat kejadian itu, Rahmad sempat pingsan di tempat kejadian perkara. Saat itu warga spontan membantu korban dengan menggotongnya ke rumah warga di sekitar TKP. Korban juga menderita luka-luka cukup serius di bagian wajah. Mata kanannya bengkak dengan luka leban di sekelilingnya. Mulut korban juga berlumuran darah.

Sedangkan Melki hanya menderita luka-luka ringan di pundak kanannya dan beberapa luka lecet di bagian tubuh lainnya. Sementara sepeda motor mengalami kerusakan di bagian spakbor depan dan beberapa kerusakan kecil lainnya.

Saat kejadian itu, warga sempat kesulitan mencari kendaraan untuk membawa korban ke Puskesmas Wulandoni. Namun berkat lancarnya komunikasi lewat handhpone, sehingga tak lama kemudian mobil ambulance dari Puskesmas Wulandoni tiba di TKP menjemput korban. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved