Gempa 5.2 SR Guncang Kabupaten Belu

Gempabumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa 5.2 SR Guncang Kabupaten Belu
POS-KUPANG.COM/ Thomas Mbenu Nulangi
Lokasi gempa tektonik di Kabupaten Belu, Minggu (7/4/2019) 

Gempa 5.2 SR Guncang Kabupaten Belu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Gempabumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pada, Minggu (7/4/2019) sekira pukul 09:18:20 WIB.

Berdasarkan informasi awal gempabumi tersebut berkekuatan magnitude 5.2 Skala Ritcher (SR) yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitude sebesar 4.9 SR.

BREAKING NEWS: Kabupaten Malaka Diguncang Gempa Bumi

Untuk episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,6 LS dan 124,77 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah barat Kota Atambua, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 54 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Belu ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun atau Normal Fault.

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Kefamenanu II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Bekerja Terlalu Serius Belum Tentu Bagus, Malah Bisa Bikin Gendut

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T., Dipl. Seis, M.Sc melalui release yang di terima Pos Kupang, Minggu (7/4/2019).

Rahmat mengatakan, hingga pukul 09.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved