AYO Intip Dalaman Honda Brio Setir Kiri

Honda Brio buatan Karawang, Jawa Barat, akan mulai diekspor pada April 2019 mendatang. Salah satu yang paling menarik dari generasi kedua Brio yang

AYO Intip Dalaman Honda Brio Setir Kiri
dok
Honda Brio setir kiri untuk ekspor ke Vietnam dan Filipina 

POS KUPANG.COM -- Honda Brio buatan Karawang, Jawa Barat, akan mulai diekspor pada April 2019 mendatang. Salah satu yang paling menarik dari generasi kedua Brio yang bakal dijual di Vietnam dan Filipina adalah posisi setir yang berada di sebelah kiri.

Secara tampilan visual memang tak ada perbedaan, desain dan perawakannya sama dengan model Brio maupun Brio RS yang dipasarkan di Indonesia. Namun saat membuka pintu, nampak kemudinya telah berpindah dari kanan ke kiri.

Menurut Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, perbedaan paling signifikan pada Brio yang akan diekspor memang hanya pada posisi kemudi saja, sementara secara spesifiksai tidak ada perbedaan besar dan berstandar Euro IV.

Ini Bocoran Harga Resmi Glory 560 Dibuka Mulai Rp 210 Juta

Honda Brio ekspor ke Vietnam dan Filipina
 

"Tidak ada yang beda, artinya mirip ya. Apa yang bisa dilihat itu hampir tidak ada beda, kecuali setir di posisi kiri. Untuk detail mungkin nanti akan ada penyesuaian dari negara masing-masing, mesin juga tetap sama, tapi kan biasanya tiap negara punya settingan beda-beda," ucap Jonfis di Karawang, Jawa Barat, Selasa (27/3/2019).

Ketika melihat sekilas kabinnya, memang tak ada yang berbeda selain dari kemudi yang ada di kiri. Nuansa serba hitam tetap mendominasi sektor interior pada Brio RS berkelir Phoenix Orange Pearl yang menjadi unit produksi pertama untuk pasar Vietnam dan Filipina.

Pada bagian dasbor terdapat ornamen list berwarna oranye, sementara jok dibalut dengan bahan fabric berkelir gelap. Sistem transmisi menggunakan otomatis CVT, sementara pendingin udara atau air conditioner (AC) juga sudah digital, tapi pada bagian tengah terlihat belum ada instalasi headunit untuk perangkat audionya.

Mengenai hal ini, sebelumnya Jonfis mengatakan masalah fitur akan ada penyesuaian dari masing-masing negara. Mengingat meski secara karakteristik masyarakat Filipina dan Vietnam sama dengan Indonesia, namun tetap tiap negara memiliki regulasi yang berbeda. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved