Berita Lifestyle

Memahami Beda Obat dan Functional Food Lewat Kasus "Kapsul Daun Kelor"

Selama lima tahun terakhir, ia meracik daun kelor (Moringa oleifera) dan dikemas sendiri ke dalam kapsul.

Memahami Beda Obat dan Functional Food Lewat Kasus
ilustrasi/kompas.com
Kapsul daun kelor 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Banyak orang Indonesia memilih meramu " obat" sendiri untuk kesehatan.

Salah satunya seorang kakek asal Magetan, Jawa Timur, yang mengaku mendapat khasiat kesehatan dari daun kelor.

Selama lima tahun terakhir, ia meracik daun kelor (Moringa oleifera) dan dikemas sendiri ke dalam kapsul.

Begini Ramalan Cinta Zodiak Minggu 7 April 2019 Aquarius Terancam Putus Capricorn Dapat Jodoh

Proses peracikan sendiri mulai dari pemetikan, pengeringan, penumbukan hingga dimasukkan ke dalam kapsul.

Menurut pengakuannya, setelah rutin mengonsumsi "obat" racikan itu sang kakek merasa lebih sehat.

Sejumlah studi memang mengungkap daun kelor memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Mulai untuk mengobati stres hingga mengatasi diabetes, mencegah peradangan, kanker, penuaan dini, dan bibir pecah-pecah. Meski begitu, daun kelor juga memiliki sisi kelam.

Daun kelor memiliki ciri majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda. Menurut WebMD, tanaman asli daerah sub-Himalaya di India, Pakistan, Bangladesh dan Afganistan ini mungkin aman jika digunakan dengan tepat.

Daun, buah, dan biji mungkin aman dimakan, tapi penting untuk menghindari makan akar dan ekstraknya.

"Bagian tanaman ini mengandung zat beracun yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian," tulis WebMD.

Halaman
123
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved