Mahasiswa Manggarai Barat di Kupang Tuntut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Dicopot

Mahasiswa Manggarai Barat di Kupang Tuntut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Dicopot

Mahasiswa Manggarai Barat di Kupang Tuntut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Dicopot
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana aksi masa sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Asal Manggarai Barat (Permalbar) Kupang di kantor Gubernur NTT, Kamis (4/4/2019). 

Mahasiswa Manggarai Barat di Kupang Tuntut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Dicopot

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Asal Manggarai Barat (Permalbar) Kupang menuntut Kepala Balai Taman Nasional Komodo (TNK).

Tuntutan tersebut menindaklanjuti terbongkarnya kasus penyelundupan satwa komodo oleh Polda Jabar.

Tuntutan itu disampaikan dalam aksi masa yang digelar di kantor Gubernur NTT pada Kamis (4/4/2019) siang.

Resmi Ditahan, Mantan Wagub Bali Ketut Sudikerta Hanya Lambaikan Tangan Saat Masuk Polda Bali

"Kami menuntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mencopot kepala BTNK dari jabatannya karena wilayah yang harus dikelolanya tidak mampu diawasi sehingga terjadi kasus penyelundupan 41 komodo," kata koordinator aksi, Kornelis Arselus Dir kepada POS-KUPANG.COM disela aksi.

Sementara itu, Ketua Umum Permalbar Kupang, Alexius Easton Ance mengatakan, Kepala Balai TNK dengan kewenangan yang diberikan harus menjaga kawasan taman nasional dengan baik.

Kopdit Swasti Sari Gelontorkan Rp 515 Juta Untuk Petani Jagung di Kodi

Pihaknya juga sangat menyayangkan satwa Komodo yang merupakan icon dan kekayaan Provinsi NTT sekaligus kebanggaan Indonesia dapat diselundupkan hingga ke luar negeri.

"Kepala Balai TNK harus dicopot karena tanggungjawab penuh yang diberikan oleh KLHK tidak mampu dijalankan dengan baik. Hal itu terbukti dari komodo yang diselundupkan," paparnya.

"Kuat dugaan kami pihak Balai TNK terlibat dalam hal ini karena BTNK yang mengetahui secara jelas situasi di TNK terkait dengan populasi didata oleh BTNK, kuat dugaan kami karena sudah terjadi berulang kali selama dua tahun. Bagaimana sindikat perdagangan komodo ini lolos dari pengawasan BTNK," jelasnya.

Pihaknya juga meminta pihak kepolisian untuk memperketat pengawasan dan pengamanan sehingga satwa Komodo dapat terlindungi di habitat aslinya.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved