BREAKING NEWS : Aliansi Mahasiswa Manggarai Demo ke DPRD NTT, terkait Penjualan Komodo

Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya yang ada di Kupang menggelar demo ke Gedung DPRD NTT.

BREAKING NEWS : Aliansi Mahasiswa Manggarai Demo ke DPRD NTT, terkait Penjualan Komodo
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya Peduli Komodo saat tiba untuk berdemo di Gedung DPRD NTT, Kamis (4/4/2019). 

BREAKING NEWS : Aliansi Mahasiswa Manggarai Demo ke DPRD NTT, terkait Penjualan Komodo

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya yang ada di Kupang menggelar demo ke Gedung DPRD NTT.

Mereka menuntut DPRD NTT untuk mensosialisasikan Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Kehadiran Aliansi Mahasiswa dengan nama Aliansi Mahasiswa Manggarai peduli Komodo ini tiba di Gedung DPRD NTT, sekitar pukul 14:15 wita.

Saat tiba mereka mendesak DPRD NTT untuk berkoordinasi dengan komisi VII DPR RI untuk segera merevisi kembali UU NO. 5 tahun 1990 agar secara detail mengatur fungsi pengawasan dan pemberian sangksi yang tegas.

Koordinator Lapangan, Jefri Nyoman mengatakan, kehadiran mereka ke DPRD NTT untuk menyampaikan aspirasi tentang persoalan komodo di Manggarai Barat.

"Kami hadir ini untuk mendesak DPRD NTT untuk bersama Komisi VII DPR RI segera melakukan koordinasi kepada kementerian lingkungan hidup RI Mencopot Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK)," kata Jefri.

Dijelaskan, komodo yang mempunyai nama latin Varanus komodoensis adalah spesies luar biasa yang hasil survei melampaui rentang waktu yang sangat panjang semenjak jutaan tahun silam.

Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala Itu Budi Hartono, Guru Honorer, Polisi Masih Cari Kepalanya

BREAKING NEWS : Kadis PRKP Kabupaten TTS Ditahan Usai Terlibat Kecelakaan

Saat Ir Soekarno Jatuh Hati dengan Pramugari Cantik Garuda Indonesia, Anak Lahir di Jerman

"Uniknya hanya terdapat di satu wilayah saja di muka bumi ini, yakni di Kawasan TNK , Kabupaten Manggarai Barat, NTT, terutama di Pulau Padar, Pulau Rinca dan Pulau Komodo," katanya.

Dikatakan, dengan adanya kasus yang terjadi terkait penjualan komodo berjumlah 41 ekor yg dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sangat disayangkan hewan langkah ini diperjual belikan hanya kepentingan kelompok tertentu.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved