Kaum Muda di Manggarai Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara

Kaum muda di Manggarai Minggu (31/3/2019) sore bertempat di Halaman Rumah Wunut Ruteng melakukan Deklarasi Tolak Politik Uang

Kaum Muda di Manggarai Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara
POS KUPANG/ARIS NINU
Deklarasi tolak politik uang dan politisasi sara oleh kaum muda Manggarai di Rumah Wunut Ruteng. 

Kaum Muda di Manggarai Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara

POS-KUPANG-COM|RUTENG--Kaum muda di Manggarai Minggu (31/3/2019) sore bertempat di Halaman Rumah Wunut Ruteng melakukan Deklarasi Tolak Politik Uang Dan Politisasi Sara.

Deklarasi ini diselenggarakan Bawaslu Manggarai bekerjasama dengan GMNI Cabang Manggarai, PMKRI Cabang Manggarai dan PMII Cabang Persiapan Manggarai Raya.

Deklarasi ini dihadiri 67 orang dan dihadiri juga Ketua Bawaslu Manggarai, Marselina Lorensia dua anggota Komisioner Bawaslu Manggrai, Alfan Manah S.Pd dan Heribertus Harun bersama Sekertaris Bawaslu Manggarai, Yosep Jehadin.

Kalangan muda Manggarai yang hadiri ada Rikardus Joman, Ketua GMNI Manggarai, Ignasius Padur, Ketua PMKRI Manggarai dan Safrudin Ruslan, Ketua PMII Cabang Persiapan Manggarai Raya.

Tim Pakar RPM Bangun Jaringan Pasar Bawang Merah Dengan Gereja

Dua Kali Laga Ujia Coba, PS Malaka Menang Atas PSK Kota Kupang

Live Streaming & Sinopsis Drama Korea 100 Days My Prince Episode 6 Tayang di Trans TV Senin (1/4)

Niatnya Tagih Utang, Malah Dikeroyok Massa Hingga Tewas

Ignasius Padur, Ketua PMKRI Manggarai, mengatakan deklarasi penolakan terhadap politik uangdan politisasi sara adalah impian semua pihak guna mewujudkan negara yang bebas korupsi hanya slogan saja.

Rikardus Joman, Ketua GMNI Manggarai mengharapkan dengan adanya deklarasi ini tercipta pemilu yang jujur dan adil serta peran pemuda dan mahasiswa sangatlah penting untuk mencegah politik uang dan politisasi Sara.

Sementara itu, Safrudin Ruslan selaku Ketua PMII Cabang Persiapan Manggarai Raya mengatakan, pemuda dan mahasiswa harus bergandeng tangan untuk menolak politik uang dan politisasi Sara dalam menciptakan Pemilu yang jujur dan adil.

"Politik uang dan politisasi Sara akan merusak citra demokrasi di Indonesia sehingga kita dengan tegas menolak politik uang dan politisasi Sara," ujar Safrudin.

Adapun isi dari deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi sara dalam Pemilu 2019 yang berintegritas, antara lain, pertama, mengawal Pemilu 2019 dari praktik politik uang dan Sara karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat,

Kedua, tidak menggunakan politik uang dan sara sebagai sarana meraih simpati pemilih karena menciderai integritas dan kedaulatan rakyat.

Ketiga, mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan program kerja bukan karena politik uang dan sara.

Miliki Anak yang Derita Hemofagositik dan Tak Punya Uang, Berkat Kejujuran Anaknya Sembuh

Anda Perokok ? Simak Baik Baik Peringatan ini! Bakal Didenda Ratusan Ribu Jika Melanggar

Keempat, mendukung kerja kerja pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan Sara yang dilakukan oleh lembaga pengawas Pemilu,

Dan, kelima, tidak akan melakukan intimidasi, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun juga yang dapat menganggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan Sara.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved