Ingat Baik-baik! Mengendarai Motor dan Mobil Sambil Merokok Dapat Dikenakan Denda Rp 750 Ribu

Ingat baik-baik! mengendarai motor dan mobil sambil nyetir dapat dikenakan denda Rp 750 ribu

Ingat Baik-baik! Mengendarai Motor dan Mobil Sambil Merokok Dapat Dikenakan Denda Rp 750 Ribu
KOMPAS.com/Stanly/Otomania
Ilustrasi motor matik 

Ingat baik-baik! mengendarai motor dan mobil sambil nyetir dapat dikenakan denda Rp 750 ribu

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pengendara sepeda motor dan mobil yang berkendara sambil merokok dapat dikenakan denda sebesar Rp 750.000.

Hal itu sesuai dengan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Aturan itu juga sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Bawaslu Kota Kupang Fokus Awasi Politik Uang di Akhir Masa Kampanye

Berdasarkan aturan itu, pengemudi dilarang merokok saat mengendarai sepeda motor.

Terkait hal itu, Idham (24), warga Depok, mengaku setuju akan aturan tersebut. Menurut dia, pengendara yang mengemudikan kendaraan sambil merokok dapat membahayakan pengendara lainnya.

Keluarga Jadikan Rumah Bung Tomo sebagai Posko Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno

"Saya setuju banget ya, memang bahaya itu orang merokok sambil nyetir. Banyak korbannya, saya juga pernah kena abu rokok, mata saya dari orang yang merokok sambil nyetir motor, bahaya itu," kata Idham area Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Ragil (27), warga Jakarta Timur, mengatakan, petugas kepolisian harus tegas dalam menerapkan aturan tersebut. Sebab, pengendara yang mengemudikan kendaraan sambil merokok sulit dideteksi karena rokok bisa saja cepat dibuang ketika ada petugas di jalanan.

"Ya harus tegas ya, mereka yang ngerokok kan pasti susah kelihatannya. Rokok kan kecil, bisa saja ada petugas dia langsung buang kan gampang," ujar Ragil.

Sementara itu, Desi (28), warga lainnya, berpendapat bahwa masyarakat juga harus berperan dalam menegur pengemudi yang merokok sambil berkendara. Hal itu agar pengemudi tersebut malu dan jera.

"Aduin juga ke polisi begitu, laporin. Difoto orangnya atau pelat nomornya kan bisa terus laporin ke polisi dia kena denda pas bayar pajak, harus begitu biar aturannya efektif," ujar Desi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi merilis aturan ojek online dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Selain mengatur soal ketentuan operasional ojek online dan tarif, ada pula aturan lain yang menyebutkan bila pengemudi dilarang merokok saat mengendarai sepeda motor.

Pihak kepolisian akan melakukan upaya edukatif dan persuasif sebelum menindak pelanggar secara represif dengan memberikan tilang.

"Tidak semua pelanggaran ditilang, ada yang diingatkan, dibina, diberikan imbauan. Tidak serta merta, tindakan ditilang atau tidak nanti pertimbangan petugas di lapangan," kata Kasubdit Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir, Sabtu (30/3/2019). (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved