VIDEO: 41 Ekor Komodo Dicuri dari Manggarai Barat, Gubernur NTT Tutup Pulau Komodo

VIDEO: 41 ekor Komodo dicuri dari Manggarai Barat, Gubernur NTT langsung lakukan hal tegas ini.

VIDEO: 41 ekor Komodo dicuri dari Manggarai Barat, Gubernur NTT langsung lakukan hal tegas ini.

POS-KUPANG.COM | KUPANG - VIDEO: 41 ekor Komodo dicuri dari Manggarai Barat, Gubernur NTT tutup Pulau Komodo .

Sebanyak 41 ekor Komodo di Labuan Bajo dijual ke luar negeri, namun penyeludupannya berhasil digagalkan Polda Jawa Timur.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Kepala Biro Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan bahwa pada awal tahun 2020, Pulau Komodo akan ditutup guna dilakukan konservasi.

"Kita sudah rapat bahwa per Januari 2020, kita menutup Pulau Komodo untuk dilakukan konservasi Pulau komodo itu. Supaya kita menambah pasokkan rantai makanan, mengelola, dan meneliti hewan itu," kata Marius di ruang kerjanya, Kamis (28/3/2019).

VIDEO: Jembatan Maiskolen Rusak, Camat Amsel Gandeng Pengusaha dan Ajak Warga Lakukan Hal Ini

VIDEO: Army Mesti Tahu Alasan Tujuh Member BTS Dijuluki Humble King, Rahasia Loh

VIDEO: Begitu Teganya Warga Persekusi Perempuan Pencuri , Ditelanjangi dan Ditonton Anak-Anak

Dengan kejadian ini, katanya, otoritas pengawasan harus secepatnya diserahkan kepada pemerintah provinsi NTT.

"Dengan kejadian ini, otoritas kendali segera diserahkan kepada pemprov NTT, supaya rentan kendali tidak terlalu jauh. Ketika pemprov diberikan wewenang, bisa mempermudah ruang gerak kita mengontrol seluruh pergerakkan Komodo," ujarnya.

Dikatakan, pengawasan terhadap Komodo, saat ini, harus 'extra ordinary'.

"Semua pengawasan kita harus extra ordinary. Tidak bisa biasa-biasa saja," ungkapnya.

Kejadian naas ini bukan yang pertama kali menimpa dunia pariwisata di NTT.

Marius mengurai ada beberapa rentetan kejadian yang telah terjadi beberapa tahun belakangan.

VIDEO: Begini Pesan Khusus Viktor Lasikodat Kepada Ketua dan Pengurus Partai Nasdem di Malaka

VIDEO: Rekam Jejak Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang Marlony Natonis Sebelum Diseret Kereta Api

"Dengan kejadian sangat beruntun. Tahun lalu terbakarnya Pulau Gililawa, ratusan ekor rusa diburuh oleh pemburuh liar, penangkapan ikan secara ilegal, lalu wisatawan dan guide memancing Komodo ke tengah laut, dan eksploitasi video clip untuk kepentingan film," katanya.

"Ini menunjukkan bahwa kita (pemerintah pusat) tidak mampu mengontrol dan mengawasi sebuah taman nasional yang telah diakui dunia. Walaupun pemerintah pusat mengatakan bahwa itu kewenangan mereka, tapi itu memperlihatkan bahwa kita tidak mampu," tambahnya. (POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Nonton Videonya Di Sini :

Penulis: Lamawuran
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved