Mahasiswi Kupang Ditabrak Kereta Api

Detik-detik Mahasiswi Poltekes Kupang, Marlony Natonis, Tewas Tersambar Kereta Api

Marloni Natonis (19), mahasiswi asal Kupang yang sedang magang di RS Bhayangkara Yogyakarta tewas tertabrak kereta pada Senin (25/03/2019) sore.

Detik-detik Mahasiswi Poltekes Kupang, Marlony Natonis, Tewas Tersambar Kereta Api
Istimewa/Tribunjogya
Polisi melakukan oleh TKP mahasiswa asal Kupang yang tertabrak kereta api di Kalasan pada Senin (25/3/2019). 

Selama berada di Yogyakarta, kata Novi, hampir setiap hari Marlony menghubungi keluarga melalui telepon atau video call.

Di matanya, sang adik adalah sosok pribadi penyayang.

Presentasi Penurunan Jumlah Masyarakat Miskin di Sumba Timur Belum Signifikan

Puskesmas Kota Jadi Puskesmas Contoh di Manggarai

"Dia selalu rindu, sayang dengan adik-adiknya. Kalau dia ke luar jauh, pasti dia akan selalu tanya kabar adik-adiknya," kata Novi.

Terakhir, Marlony menghubungi keluarga, Sabtu (24/3/2019).

Kepada keluarga, Marlony mengatakan kalau dirinya ingin cepat-cepat pulang ke Kupang.

Keluarga Terpukul

Novi mengaku sangat terpukul begitu mendengar sang adik tercinta mengalami kecelakaan.

"Itu yang sangat membuat saya sedih, mengapa dia harus meninggal dengan cara seperti itu," ujarnya.

Kakak Marlony lainnya, Didin Boimau Marlony Natonis, menambahkan adiknya memang sangat rindu pulang ke Kupang.

"Saya video call dengan dia, Sabtu (24/3/2019) sore. Itu terakhir di kontak kami. Dia bilang dia sangat rindu pulang ke Kupang," kata Didin saat ditemui di rumah duka.

VIDEO: Begini Pesan Khusus Viktor Lasikodat Kepada Ketua dan Pengurus Partai Nasdem di Malaka

VIDEO: Lihainya Para Remaja di Malaka Menarikan Tarian Bidu Sambut Kedatangan Viktor Laiskodat

Didin mengungkapkan, selama berada di Yogyakarta Marlony sering menghubungi keluarga.

"Dia bahagia sekali kalau bicara dengan kami. Terutama dengan adik-adiknya. Dia suruh adik-adiknya menyanyi," ungkap Didin terbata-bata.

Didin mengatakan, Marlony berangkat ke Yogyakarta 30 Januari 2019 untuk menjalani PKL di Rumah Sakit Bhayangkara.

Ia bersama keluarga setiap hari selalu mendoakan agar Marlony selalu sehat di tempat PKL.

Agus Natonis, ayah Marlony bahkan sempat tak percaya kabar duka yang menimpa buah hatinya.

Sementara Ibunda Marlony, Yosina Nomleni, tak bisa berkata-kata. Hanya air mata terus membasahi pipinya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dan Pos-Kupang.com

Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved