Bawaslu Minta Publik Laporkan Temuan Politik Uang

nggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Rahmat Bagja meminta publik waspada terhadap praktik politik uang selama kampanye terbuka peserta pemilu.

Bawaslu Minta Publik Laporkan Temuan Politik Uang
KOMPAS.com/Reza Jurnaliston
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018). 

Bawaslu Minta Publik Laporkan Temuan Politik Uang

POS-KUPANG.COM- Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Rahmat Bagja meminta publik waspada terhadap praktik politik uang selama kampanye terbuka peserta pemilu.

Ia mengimbau masyarakat aktif melaporkan temuan praktik politik uang ke pengawas pemilu setempat.

Menurut Bagja, laporan masyarakat penting karena dalam beberapa kasus, Bawaslu sulit untuk mendeteksi adanya politik uang.

"Kami minta aktivitas masyarakat, keinginan masyarakat untuk melaporkan, kami juga tunggu. Karena kami tidak mungkin bisa mengkover seluruh titik (parktik politik uang) ya," kata Bagja saat ditemui di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Ini Nama 9 Panelis Debat Keempat Pilpres

Tempat terjadinya politik uang, kata Bagja, sulit untuk diprediksi. Sebab, politik uang tidak selalu terjadi di lokasi kampanye peserta pemilu.

Ia mengatakan, jumlah petugas pengawas pemilu juga terbatas. Panitia pengawas di tingkat kelurahan hanya berjumlah 3 orang, sementara titik kampanye sangat banyak.

Apalagi, jumlah anggota tim kampanye lebih banyak dari jumlah pengawas.

Oleh karena itu, jika ada laporan dari masyarakat, maka akan mempermudah kinerja Bawaslu.

"Kami punya target tertentu, kira-kira bekerja sama dengan aparat kepolisian, bekerja sama dengan pemantau," ujar Bagja.

KPU Sumba Barat Daya Temukan 6.207 Lembar Surat Suara Rusak

"Oleh sebab itu kami minta kepada pemantau yang ada sekarang kami minta untuk mulai aktif memantau kampanye. Memantau itu bukan hanya pada hari H, memantau itu bisa dilakukan pada sekarang," lanjut dia.

Kampanye terbuka telah dimulai sejak Minggu (24/3/2019). Kampanye ini akan berlangsung selama 21 hari dan berakhir 13 April 2019.

Pemungutan suara serentak berlangsung pada 17 April 2019. TPS dibuka pada pukul 07.00 dan ditutup 13.00.

Selanjutnya, tahapan dilanjutkan dengan penghitungan suara.

Akan ada lima jenis surat suara yang diberikan ke setiap pemilih, yaitu surat suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. (*)

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved