Arief Hartono Beberkan Penampilan Penumpang Timbulkan Kecurigaan

Penampilan calon penumpang pesawat kadang menimbulkan kecurigaan bagi pihak keamanan di bandar udara.

Arief Hartono Beberkan Penampilan Penumpang Timbulkan Kecurigaan
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Arief Hartono, Danlanud El Tari Kupang, sewaktu memberikan keterangan ke wartawan di Gedung Sasando, Senin (25/3/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penampilan calon penumpang pesawat kadang menimbulkan kecurigaan bagi pihak keamanan di bandar udara.

Arief Hartono, Danlanud El Tari Kupang, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian pada penampilan calon penumpang sebelum memeriksa identitas mereka.

"Penampilan itu adalah salah satu awal identifikasi. Setelah itu baru dicek KTPnya," katanya kepada wartawan di Gedung Sasando, Senin (25/3/2019).

BREAKING NEWS: Pembantu Rumah Tangga di Kupang Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar

Dirinya mengatakan hal ini bersinggungan dengan maraknya TKI ilegal yang dicekal pihak keamanan.

"Saya di lapangan mengidentifikasi, mengecek tiap orang dari gestur dan KTP. Kita tentu miliki data-data tiap orang. Kita cek data harus lengkap. Untuk tangani ini kita harus bijak," ujarnya.

BREAKING NEWS: Sebanyak 1.157 Pemilih di Kota Kupang Pindah TPS

Dipastikan, pihaknya tidak akan melarang orang pergi ke luar negeri menjadi TKI.

"Kita tentu bertanya, dan ketika mereka bilang mau jadi tenaga kerja, ya boleh. Kenapa tidak. Yang tidak boleh adalah tidak melalui prosedur," ungkapnya.

Diurai, pihaknya ke depan akan terus memperhatikan agar para penumpang tidak merasa terganggu, dan juga tetap memperketat pengawasan terhadap para calon TKI ke luar negeri.

"Kita boleh mempersingkat pemeriksaan tetapi kan sudah ada SOP-nya. Kan kalau anda datang 15 menit sebelum kapal berangkat, saya juga curiga. Kan diberi waktu sejam sebelum kapal berangkat," tegasnya.

Terpisah, Jenderal Manager PT Angkasa Pura 1 Persero Bandara El Tari Kupang,
Barata Singgih Riwahono, mengatakan pihaknya akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, namun tetap akan bekerja sama dengan pemerintah untuk meminimalisir TKI ilegal ke luar NTT.

"Kita tentu kerja sama dengan pihak lain, berdasarkan juga perkiraan dan dugaan terhadap orang-orang," katanya.

Namun, sambungnya, pada saat seseorang dinyatakan sebagai penumpang, maka ia telah memiliki hak untuk melanjutkan perjalanan.

Mengenai TKI yang selalu mencari penghidupan di luar NTT, dirinya justru menyayangkan. "Mengapa keluar. Di sini banyak pekerjaan kok," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved