Romahurmuziy Mengeluh Sakit, KPK Tunda Pemeriksaan Perdana

Di ruang pemeriksaan tadi yang bersangkutan mengeluh sakit dan ketika diperiksa sebenarnya kata dokter beberapa indikator-indikatornya masih wajar ya.

Romahurmuziy  Mengeluh Sakit, KPK Tunda Pemeriksaan Perdana
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS
Ketum PPP, Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). Ketum PPP Romahurmuziy bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). 

POS KUPANG.COM -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengatakan, kesehatan mantan Ketua Umum PPPRomahurmuziy cukup baik. Namun demikian, politisi yang akrab disapa Romy itu hanya mengeluh kesulitan tidur.

Gangguan tidur yang dialami Romy, membuat KPK menunda pemeriksaan perdananya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama Jawa Timur, Kamis (21/3/2019).

KPK menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Romy pada Jumat (22/3/2019).

"Di ruang pemeriksaan tadi yang bersangkutan mengeluh sakit dan ketika diperiksa sebenarnya kata dokter beberapa indikator-indikatornya masih wajar ya. Jadi secara umum tidak perlu misalnya dirujuk atau dilakukan perawatan lebih lanjut," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis malam.

Menurut Febri, dokter hanya memberikan obat untuk mengatasi gangguan tidur yang dialami Romy.

"Tadi hanya diberikan obat sesuai dengan keluhan agak sulit untuk tidur dalam beberapa hari kemarin," ujarnya.

Lurah dan Staf Humas Protokol Pemkot Ditangkap saat Asyik Nyabu di Rumah

Aksi ini yang Membuat Cristiano Ronaldo Kena Denda Rp 480 Juta

Ia menjelaskan keluhan yang dialami Romy pada dasarnya bisa dialami orang lain saat berpindah atau berada dalam kondisi baru.

"Apalagi ini kondisi barunya itu kan di rutan ya. Jadi ada keluhan-keluhan seperti sulit tidur dan lain-lain yang tadi akhirnya diberikan obat oleh dokter," ungkap Febri.

Baca juga: KPK Duga Romahurmuziy Tak Bergerak Sendiri Terkait Dugaan Suap Seleksi Jabatan Kemenag

KPK berharap kondisi Romy semakin membaik dan bisa menjalani proses pemeriksaan dengan lancar.

Dalam kasus ini, Romy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved