Perekrutan Tenaga Kerja di PTC Diduga Tidak Transparan

Perekrutan atau penerimaan tenaga kerja di PT. Pertamina Training and Consulting (PTC) di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) El Tari.

Perekrutan Tenaga Kerja di PTC Diduga Tidak Transparan
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Kantor DPPU El Tari Kupang 

Perekrutan Tenaga Kerja di PTC Diduga Tidak Transparan

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Perekrutan atau penerimaan tenaga kerja di PT. Pertamina Training and Consulting (PTC) di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) El Tari.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Kamis (21/3/2019), menyebutkan bahwa ada dugaan ketidakttansparansi dalam perekrutan tenaga untuk PTC untuk DPPU El Tari.

PT. PTC merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang memfokuskan diri pada pengembangan sumber daya manusia melalui jasa pelatihan, konsultasi, dan manajemen human capital.
Sebagai solusi.

Sebagai perusahaan publik, PTC selalu mengedepankan profesionalisme dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Sayangnya, visi dan misi PTC kuat dugaan dicederai oleh oknum-oknum tertentu yang berwenang dalam proses rekrutmen tenaga kerja, khususnya di Kupang.

Fopera Bangun Komitmen Berantas Keterbelakangan Perempuan SBD

Kapolsek Laenmanen Rapat Koordinasi Bersama Kepala Desa. Ini Tujuannya.

Dua Peringatan Dini di NTT Hari Ini! Mulai dari Potensi Angin Kencang Hingga Gelombang Tinggi

Diduga rekrutmen tenaga kerja oleh PTC untuk tenaga outsourching sarat kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).
Informasi lain menyebutkan, ada dugaan oknum pegawai PT Pertamina yang bermain dan meloloskan kerabatnya dengan mendompleng di PTC yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina.

Perbuatan ini sudah berulang kali tapi belum dilaporkan. Disebut-sebut ada' uang pelicin 'di balik proses rekrutmen tersebut.

Pada penerimaan yang pertama, ada peserta yang direkrut telah mendapatkan surat keputusan berarti telah lolos seleksi administrasi tapi ternyata tidak memenuhi kualifikasi, yaitu tidam memiliki SIM B-1 Umum.

Pegawai tersebut hendak dipindahkan ke Waingapu tapi karena tidak mau ke Waingapu akhirnya pegawai tersebut diminta mengundurkan diri.

Seleksi ini dilakukan oleh tim seleksi dari PTC dari Jakarta. Informasi disampaikan kepada semua pekerja yang ada di DPPU El Tari Kupang.

Operation Head (OH) DPPU El Tari, Rasiman yang dikonfirmasi membantah dugaan tersebut.
Rasiman mengatakan, dirinya tidak memiliki kewenangan menentukan kelulusan peserta seleksi.

Ditanyai soal salah satu peserta seleksi yang hendak dipindahkan ke Waingapu, ia mengakui hal itu ditempuh agar yang bersangkutan bisa bekerja di Waingapu.

Rasiman juga tidak menjelaskan secara detail, persoalan yang menimpa pekerja yang sudah dinyatakan lulus dan telah mendapatkan SK tapi tidak memenuhi syarat utama yaitu memiliki Suray Izin Mengemudi (SIM) B-1 umum.

Terkait tidak terbukanya informasi proses penerimaan, Rasiman menepis hal tersebut. Rasiman menjelaskan, bahwa tenaga-tenaga yang ada di DPPU El Tari tidak memenuhi syarat administrasi, sehingga dinyatakan tidak diterima.

"Jadi tidak ada istilah tertutup dalam proses rekruitmen, semua dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Saya loloskan juga yang sebenarnya tidak memiliki SIM B-1 Umum itu dan ternyata akhirnya tidak bisa diterima," kata Rasiman.

Menurut Rasiman, kalau berkaitan dengan tenaga operator refueling (pengisian bahan bakar) pesawat udara yang dilaksanakan di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) El Tari, semuanya sesuai aturan yang berlaku dan harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved