Opini Pos Kupang

Opini Pos Kupang :Bisnis Prostitusi Daring dan Budaya Konsumtif

ILO dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memperkirakan saat ini terdapat sekitar 140.000 -230.000 perempuan yang bekerja di industri seks di Indonesia

Opini Pos Kupang :Bisnis Prostitusi Daring dan Budaya Konsumtif
KOMPAS.com/THINKSTOCK
Ilustrasi prostitusi online 

Bisnis Prostitusi Daring dan Budaya Konsumtif
Oleh : Djoko Subinarto
Penulis Lepas dan Blogger

BEBERAPA waktu lalu, Pos Kupang menurunkan laporan khusus mengenai aktivitas bisnis prostitusi daring (online) di Kota Kupang.

Berdasar penelusuran Pos Kupang, tidak sedikit pelajar dan mahasiswi yang terlibat dalam prostitusi online. Tarifnya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Pertanyaannya kemudaian: benarkah prostitusi telah menjadi industri? Mungkinkah kita memberantas dengan tuntas jual-beli layanan seks?

Seiring dengan kemajuan zaman, bisnis prostitusi kini telah pula merambah jagat virtual.

Tanpa perlu terlebih dahulu mengunjungi tempat lokalisasi, seorang pria hidung belang bisa dengan mudah memilah-milih pekerja seks komersial (PSK) yang hendak dikencaninya.

Tak bisa kita pungkiri, kemajuan teknologi informasi komunikasi telah membawa dampak besar dalam pola komunikasi dan hubungan antarindividu.

Batas-batas geografis menjadi runtuh. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi kendala. Komunikasi dan pertukaran informasi bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Dunia seolah benar-benar telah menjadi datar, tanpa sekat. Kemudahan komunikasi inilah yang kemudian dimanfaatkan pula oleh para pelaku bisnis prostitusi dalam menjalankan usaha mereka dewasa ini.

Maka, kini transaksi seks pun cukup dilakukan secara online.

Halaman
1234
Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved