Berita Teenagers

Teenager: Masa Lalu Sulit Dilupakan Karena Kita Enggan Melepaskannya, Wow

Ada yang lagi terngiang-ngiang dengan masa lalu? Kalau kisahnya manis, okelah, pasti senyum-senyum sendiri.

Teenager:  Masa Lalu Sulit Dilupakan Karena Kita Enggan Melepaskannya, Wow
ILUSTRASI/IDNTimes
Menggenggam masa lalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Hallo Teeners, jumpa lagi. Penulis tentunya rindu bersua Teeners sekalian via rubrik kita ini. Apa kabar?

Ada yang lagi terngiang-ngiang dengan masa lalu? Kalau kisahnya manis, okelah, pasti senyum-senyum sendiri. Kalau pahit jangan sampai nangis, ya. Hehe...

Lepas dari bayang-bayang masa lalu yang pilu memang tidak mudah, Teeners, apalagi kalau itu sudah melukai kita begitu dalam.

Bus Dibakar Setelah Menabrak Pengendara Motor, Polres Sleman Amankan 4 Orang Diduga Pelaku

Di sisi lain, kita cendrung terjebak dalam khayalan untuk merubah masa lalu. Pastinya tidak bisa kan, Teeners?

Kita ingin melepaskan beban masa lalu, namun ironisnya kita juga erat menggenggamnya dalam khayalan-khayalan kita.

Seperti yang dialami sahabat kita Maria Marselina Naben, akrab disapa Elyn.

Teeners kelahiran Kefamenanu ini pernah mengalami sulitnya lepas dari masa lalu, kisah pilu diselingkuhi pacar.

Konser di Hong Kong, Jimin dan Jungkook Lakukan Kesalahan ini, Respon ARMY Mengejutkan!

Elyn patah hati dan kesal. Ia menyesal dengan semua hal yang pernah ia jalani bersama sang pacar.

"Setelah saya renungkan, sulitnya itu, karena saya masih sering berkhayal untuk merubah masa lalu dan menutup diri kepada hal-hal yang ada depan mata saya," kata Elyn.

Untunglah seiring berjalannya waktu, Elyn bisa melangkah dengan mantap menyongsong masa depan.

Live Streaming dan Sinopsis Orang Ketiga di SCTV Jam 22.00 WIB, Putra Move On dari Yuni

Teeners lainnya, Yunita Milo, mengatakan, masa lalu memang sangat berpengaruh pada hidup kita saat ini. Cara kita bergaul, menghadapi persoalan, tekanan dan macam-macam.

Orang yang bisa berdamai dengan masa lalunya cenderung lebih tenang dan tidak mudah meratapi masa lalunya.

Yang terakhir ni, dari Triblus Jawa. Bagi Ardus, seseorang yang begitu lekat dengan masa lalunya yang pahit, akan mudah sekali terbaca ketika berada dalam kondisi tertentu.

"Saat senang sangat berlebihan begitu juga sedih. Bahkan hal-hal sepele yang terjadi di sekitarnya bisa membuat dia terjebak dalam kayalan," kata Ardus. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved