Berita Lifestyle

Senyawa pada Kopi Mampu Menghambat Kanker Prostat

Menurut data, satu dari sembilan pria terancam mengalami kanker prostat sepanjag hidup mereka.

Senyawa pada Kopi Mampu Menghambat Kanker Prostat
ilustrasi/kompas.com
Senyawa pada kopi sembuhkan kanker prostat 

POS-KUPANG.COM|KUPANG -  Menurut data, satu dari sembilan pria terancam mengalami kanker prostat sepanjag hidup mereka. Penyakit ini memang lebih rentan dialami pria berusia di atas 50 tahun.

Mencegah kanker ini memang tidak mudah. Namun, ada beberapa senyawa dalam makanan yang diketahui dapat menurunkan risiko terkena, salah satunya kopi.

Riset awal dari Kanazawa University Jepang menemukan senyawa dalam kopi yang dapat menekan pertumbuhan kanker prostat.

Pasangan Ini Menikah di Atas Pohon, Sila Pancasila dan Durian Jadi Mas Kawin

Kopi mengandung senyawa kompleks yang telah terbukti mempengaruhi kesehatan manusia baik secara positif maupun negatif.

Riset terbaru ini berhasil membuktikan adanya dua senyawa yang ditemukan dalam kopi, yaitu ahweol asetat dan cafestol, yang dapat menghambat pertumbuhan sel yang resisten terhadap obat antikanker yang umum.

Percepat Pelayanan, Nae Soi Ingin ASN Perbaiki Kinerja

Dengan kata lain, sel-sel yang terpapar kahweol asetat dan cafestol dapat tumbuh lebih lambat dari sel-sel standar. Hal yang serupa terlihat pada sel kanker.

Kombinasi keduanya bekerja secara sinergis dapat memperlambat pertumbuhan tumor yang secara signifikan lebih lambat daripada tikus yang tidak diobati.

“Setelah 11 hari, tumor yang tidak diobati tumbuh sekitar 3 setengah kali volume aslinya sedangkan pada tikus yang diobati dengan kedua senyawa hanya tumbuh sekitar satu setengah kali dari ukuran aslinya," kata ketua peneliti Dr Hiroaki Iwamoto.

Bus Dibakar Setelah Menabrak Pengendara Motor, Polres Sleman Amankan 4 Orang Diduga Pelaku

Penelitian ini memang baru terbatas pada tikus percobaan dan belum tentu memberi hasil yang sama pada manusia.

Saat ini periset sedang mempertimbangkan bagaimana menguji temuan ini dalam sampel yang lebih besar, dan kemudian diaplikasikan untuk manusia.

Senyawa kahweol asetat dan kafestol adalah hidrokarbon yang terjadi secara alami dalam kopi arabika.

Proses pembuatan kopi sangat menentukan apakah senyawa ini tetap ada dalam kopi yang diseduh atau kopi yang disajikan dengan filter. (*)

Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved