Ray Fernandez Tidak Khawatir KPK Hadir di Daerah

Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara ( Bupati TTU ) Ray Fernandez Tidak Khawatir KPK Hadir di Daerah

Ray Fernandez Tidak Khawatir KPK Hadir di Daerah
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan para kepala daerah se-provinsi NTT foto bersama wakil ketua KPK, Saut Situmorang di gedung Sasando, Kamis (21/3/2019). 

Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara ( Bupati TTU ) Ray Fernandez Tidak Khawatir KPK Hadir di Daerah

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merasa tidak khawatir dengan hadirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di daerah.

Hal ini diungkapkan usai dirinya mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi se-Provinsi NTT dalam Rangkaian Pekan Pencegahan Korupsi Terintegrasi.

Guru Olahraga di Muara Enim Cabuli 2 Siswi, Orangtua Korban Marah

Rakor ini digelar bersama KPK RI di Aula Fernandes, Gedung Sasando, Kota Kupang, Kamis (21/3/2019).

Dikatakan, dirinya justru menginginkan KPK hadir di daerah-daerah.

"Kalau KPK hadir, justru memberi kita warning agar bekerja sesuai aturan. Kalau acuan kita pada aturan, maka kita tidak akan salah," katanya.

Jadi Parpol Baru yang Paling Banyak Ditolak Masyarakat, Begini Tanggapan Sekjen PSI Raja Juli Antoni

Mengenai sistem yang dibentuk agar terhindar dari praktek korupsi, dia mengatakan setiap penganggaran harus berasal dari musyawarah di tingkat paling bawah.

"Mulai dari musrembang tingkat desa, kecamatan, sampai ke kabupaten. Juga penyusunan KUAPPAS dan RAPBD. Itu harus dilakukan konsisten agar tidak ada penambahan program di tengah jalan. Kalau ada program yang muncul di tengah jalan, itu bisa dipastikan tidak direncanakan secara baik," katanya.

Selain itu, katanya, memperketat pengawas. "Kalau kita lakukan pengawasan secara ketat, kita akan terhindar. Selain itu, semangat pimpinan daerah juga penting. Kalau ada kemauan dari pimpinan daerah, pasti diikuti. Juga menindak tegas pegawai yang melakukan praktek korupsi. E-budgeting pun penting," jelasnya.

Hal yang cukup penting, katanya, ialah menolak fee proyek.

"Kami sudah lakukan selama satu periode pertama, menolak fee proyek," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved