UMKM Di Pulau Sumba Dibantu Melalui Pasar Digital

UMKM di Pulau Sumba dibantu melalui pelatihan dan fasilitasi akses pasar digital. Tujuannya agar barang yang diproduksi di wilayah itu bisa keluar

UMKM Di Pulau Sumba Dibantu Melalui Pasar Digital
ISTIMEWA
Kepala KPw BI Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga 

POS-KUPANG, COM | KUPANG - UMKM di Pulau Sumba dibantu melalui pelatihan dan fasilitasi akses pasar digital. Tujuannya agar barang yang diproduksi di wilayah itu bisa diakses keluar.

"Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi e-commerce dalam negeri mencapai Rp 11-Rp 13 triliun per bulan dan transaksi tersebut terus meningkat tiap waktunya," kata Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga pada Jumat (15/3/2019) pada acara Bakumpul UMKM Manuju Online.

Acara ini merupakan sosialisasi dan pelatihan terkait pasar digital (e-commerce) kepada pelaku UMKM di Pulau Sumba. Demikian rilis yang diterima Kepala Tim Advisory dan Perkembangan Ekonomi Kpw BI Provinsi NTT, Muhammad Syahrial, Selasa (19/3/2019).

Mau Tambah Daya Listrik di Rumah? Ada Promo Menembus Batas dari PLN

Pekerja Informal Yang Ingin Punya Rumah, Ini Program Yang Disediakan BTN Kupang

Kegiatan ini diselenggarakan KPw BI Provinsi NTT dan Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT) di Aula Kantor Bupati Sumba Barat untuk menindaklanjuti penandatanganan perjanjian kerja sama Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT dengan Bank NTT dalam rangka mendorong digitalisasi UMKM di NTT. Dalam pelaksanaannya, pelatihan dan fasilitasi akses pasar digital dibantu oleh pelaku e-commerce seperti Bukalapak.

Naek Tigor menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi Bank Indonesia yaitu untuk menjadi Bank Sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara negara emerging markets.

PPP Jawa Timur Dukung Suharso Manoarfa Menggantikan Rommy

Dari Reo Hari Ini, Tiga Mobil Tangki Suplai BBM ke Labuan Bajo

Selanjutnya, Bank Indonesia telah menyusun 12 program strategis yang salah satunya terkait dengan memperkuat Kebijakan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan digital. Pengembangan ekonomi digital salah satunya dilakukan dengan mendorong pelaku UMKM untuk mengakses pasar online (digital) dan bertransaksi secara online.

"Melalui hal tersebut tentu saja akses pasar dapat lebih luas sehingga barang yang diproduksi di Pulau Sumba dapat dipasarkan atau diakses hingga ke pulau atau provinsi lain, " jelas Tigor.

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, menyambut baik kegiatan yang dilakukan. Ia mendorong agar UMKM mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi agar mendapatkan manfaat dari transformasi digital khususnya terkait fasilitas pemasaran.

Beliau menambahkan, saat ini masih terdapat beberapa masalah utama dalam pengembangan UMKM di Pulau Sumba yaitu pemahaman terhadap teknologi, pengembangan SDM, akses pasar dan permodalan.

Bakumpul UMKM Manuju Online di Pulau Sumba merupakan yang pertama dari empat rencana pelatihan yang akan dilakukan di tahun 2019.

Acara seperti ini selanjutnya akan dilakukan di Pulau Timor tepatnya di Atambua, dan dua kali di Pulau Flores yaitu di Labuan Bajo dan di Maumere.

Adapun Rangkaian sosialisasi tersebut akan berpuncak pada bulan September di Kupang di mana akan dilakukan kegiatan UMKM Go Online yang merupakan fasilitasi pasar digital kepada pelaku UMKM. Pada kesempatan tersebut UMKM akan didorong untuk mengakses pasar digital hingga dapat melakukan komunikasi dan transaksi secara online. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved