Tenaga Kerja Minta Pemda Jangan Hentikan Kegiatan Industri Garam

Pemilik lahan tambak garam di Desa Weoe, Kabupaten Malaka meminta pemerintah tidak menghentikan aktivitas industri garam di daerah itu. Ini alasannya

Tenaga Kerja Minta Pemda Jangan Hentikan Kegiatan Industri Garam
POS-KUPANG.COM/TENY JEHANAS
Pemilik lahan tambak garam di Malaka, Maria Seuk Klau 

Tenaga Kerja Minta Pemda Jangan Hentikan Kegiatan Industri Garam

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM| BETUN- Para tenaga kerja sekaligus pemilik lahan tambak garam di Desa Weoe, Kabupaten Malaka meminta pemerintah agar tidak menghentikan aktivitas industri garam yang dikembangkan PT Inti Daya Kencana (IDK). Pasalnya kehadiran PT IDK telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat terutama pemilik lahan.

Hal itu disampaikan para tenaga kerja sekaligus pemilik lahan yakni
Viktus Nahak Bere, Baltasar Bria, Nahak Petrus, Maria Seuk Klau, Lorensius Nahak dan Alfonsius Seran.

Mereka mengatakan, kehadiran PT IDK telah memberikan keuntungan bagi masyarakat terutama pemilik lahan dalam hal penyerapan tenaga kerja. Semua pemilik lahan menjadi tenaga kerja perusahan.

Viktus Nahak Bere meminta Pemerintah Kabupaten Malaka agar segera memikirkan tentang surat perjanjian kerja sama yang melibatkan pihak pemerintah, perusahan dan pemilik lahan.

Pemkab Malaka Survei Lokasi Tambak Garam PT IDK

"Kami tidak tolak perusahan ini karena kami pemilik lahan sudah mendapatkan hasilnya. Yang kami tidak punya adalah surat perjanjian kerja. Kami minta pemerintah pusatkan perhatian mengurus surat perjanjian kerja," usul Viktus.

Menurut Viktus, pemerintah segera membentuk tim agar mengurus surat perjanjian kerja yang melibatkan pihak pemerintah, perusahan dan pemilik lahan. Hal ini lebih penting untuk dipikirkan pemerintah ketimbang menanggapi komentar orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali tentang investasi garam tersebut.

Surat perjanjian kerja menjadi penting dan hal itu sebagai bukti pegangan bagi pemilik lahan yang dapat diwariskan kepada anak dan cucu berkaitan dengan investasi industri garam.

"Suatu saat kami mati, surat itu kami wariskan ke anak dan cucu," kata Viktus disambut tepukan tangan dari warga lainnya.

Pemkab Malaka Tinjau Lokasi Tambak Garam PT IDK, Ini Unsur yang Terlibat.

Baltasar Bria mengatakan, sebelum PT IDK hadir, ia hanya seorang petani biasa yang tidak memiliki pendapatan tetap. Namun, setelah bekerja di PT IDK, ia memiliki pendapatan tetap sehingga ia mendukung kehadiran PT IDK untuk mengembangkan industri garam di wilayah tersebut. Hal senada diutarakan Maria Seuk Klau dan Lorensius Nahak

Tenaga kerja lainnya, Alfonsius Seran mengatakan, ia sangat mendukung kehadiran PT IDK karena telah memberikan dampak positif bagi dirinya selaku pemilik lahan.

"Saya pemilik lahan. Saya punya lahan 23 hektare dan saya serahkan semuanya ke PT IDK," tutur Alfonsius.

Alfonsius mengatakan, kepada pihak yang merasa diri sebagai pemilik lahan diharapkan untuk datang langsung ketemu dengan pemilik lahan yang lain supaya sama-sama berdiskusi, bukan dengan membuat komentar di media sosial.

Tolak Kehadiran Tambak Garam di Ponu, LMND Kefamenanu Gelar Aksi Demo

Alfonsius juga berharap orang-orang Malaka agar tidak berkomentar kalau pemilik lahan menolak PT IDK, sebab faktanya semua pemilik lahan setuju dengan kehadiran PT IDK.

"Kita berharap jangan sembarang muat status bilang tuan tanah tidak setuju karena kami sebagai pemilik lahan setuju semua. Yang bekerja di perusahan ini adalah mereka yang memiliki lahan di sini," kata Alfonsius. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved