Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Jayapura Akan Dimakamkan Massal, Ini Jumlahnya

Para korban meninggal akibat banjir bandang di Jayapura akan dimakamkan massal, ini jumlahnya

Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Jayapura Akan Dimakamkan Massal, Ini Jumlahnya
KOMPAS.com/ANTARA/ZABUR KARURU
Seorang warga mendayung perahu ketika mengamankan barang berharga miliknya dari permukimannya yang terendam banjir bandang di sekitar Danau Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (19/3/2019). 

Para korban meninggal akibat banjir bandang di Jayapura akan dimakamkan massal, ini jumlahnya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sebanyak 40 korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, belum teridentifikasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan ke-40 korban tersebut akan dimakamkan massal, pada Kamis (21/3/2019) besok.

Keluarga Besar SMA Katolik Regina Pacis Bajawa Minta Dukungan untuk Aldo Longa

"Ada 40 korban meninggal dunia yang belum diidentifikasi sehingga Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal besok," ujar Sutopo melalui keterangan tertulis, Rabu (20/3/2019).

Menurut Sutopo, keputusan tersebut diambil setelah melakukan diskusi dengan pihak keluarga dan gereja. Ia mengatakan, pihak pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan dan perlengkapan lainnya untuk proses pemakaman massal itu.

19 Tahun Mengajar Guru Asal Alor Ini Baru Dapat Ijazah S1, Simak Kisahnya!

"Pemakaman massal diputuskan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Pemda Jayapura sudah menyiapkan lahan dan kendaraan untuk pemakaman massal," ungkap dia.

Berdasarkan data BNPB per Rabu (20/3/2019) pagi, terdapat 104 korban jiwa dan 79 orang hilang. Sementara, terdapat 160 orang mengalami luka, dengan rincian 85 orang mengalami luka berat dan 75 orang lainnya mengalami luka ringan.

Sebanyak 9.691 orang mengungsi di 18 titik. Penambahan jumlah tersebut dikarenakan rasa trauma. Terkait kerusakan bangunan, terdapat 375 rumah rusak berat, 5 unit ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, 4 jembatan rusak berat, dan 4 ruas jalan rusak berat.

Hingga saat ini, pendataan dampak bencana dan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved