Kesehatan Jama'ah Dalam Perspektif Kementerian Kesehatan RI

Menunaikan ibadah haji adalah melakukan rukun islam ke -5 dan hukumnya wajib bagi setiap umat islam yang mampu, dan melaksanakannya sekali dalam seumu

Kesehatan Jama'ah Dalam Perspektif Kementerian Kesehatan RI
Dokumen
Harun Al Rasid Sulaiman, ASN Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan RI 

POS KUPANG.COM -Menunaikan ibadah haji adalah melakukan rukun islam ke -5 dan hukumnya wajib bagi setiap umat islam yang mampu, dan melaksanakannya sekali dalam seumur hidup.

Oleh sebab itu, umat islam yang sudahmampu memiliki semangat tinggi untuk melaksanakan haji agar terhindar dari dosa dan mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini jumlah jamaah yang menunaikan haji menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pelaksanaan ibadah haji bukan hanya pada ornamen spiritualitas semata melainkan ibadah haji juga adalah ibadah badaniah atau ibadah fisik.

Dengan demikian maka setiap jama'ah harus dalam keadaan sehat secara badaniah maupun secara rohaniah agar implementasi nilai dan rukun haji dapat dilaksanakan secara total.

Haji sebagai prosesi ibadah sakral dijalankan dengan penuh kekhusyuan oleh setiap para jamaah, akan tetapi hal yang sangat fundamental yang menjadi dasar dari kekhusyuan ibadah adalah kesehatan secara fisik. Kesehatan adalah modal utama dalam melakukan ibadah haji, kondisi kesehatan yang tidak memadai, bisa mengakibatkan ritual peribadatan tidak maksimal, olek karena itu, setiap para jama'ah haji, harus betul - betul mempersiapkan diri agar memiliki kesehatan yang optimal.

Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Kesehatan melalui Pusat Kesehatan Haji memfasilitasi para jama'ah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan ke tanah suci, serta pendampingan yang intensif dalam kaitannya dengan pelayanan kesehatan, pihak kemenkes selalu memediasi para team untuk melaksanakan tahapan - tahapan yang berkaitan dengan kesehatan para
jama'ah.

Persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci Makkah Al Mukarramah, mencakup kekuatan fisik dan mental dalam keadaan prima, karena kondisi topografi Saudi Arabia sangat berbeda dengan iklim di tanah air kita. Kini Kementerian Kesehatan telah berperan aktif untuk mempersiapkan dan melalukan upaya pencegahan dalam menjaga kesehatan jama'ah haji dari sebelum pemberangkatan.

Oleh karena itu, dalam perspektif pelayanan kesehatan jama'ah haji diperlukan tenaga kesehatan dalam jumlah, jenis serta kualifikasi yang sesuai dengan spesifikasi keilmuan agar mampu menampilkan kinerja pemerintah yang optimal dalam menjalankan tugas sebagai mana mestinya.

Sebagai penutup, kesehatan fisik merupakan indikator vital dan residu bagi setiap para jama'ah yang hendak melaksanakan ibadah haji setiap tahunan, dengan sehat secara fisik, kita dapat memastikan para jama'ah haji konsisten melaksanakan ibadah secara sempurna, juga pemerintah dalam hal ini kemenkes selalu melakukan pendampingan secara sempurna agar tidak terindikasi angka kematian
terhadap jama'ah diakibatkan ketidaksiapan secara mental dan fisik.

Kemenkes selalu hadir disetiap gerbang kebutuhan para jama'ah, juga menjawab fatwa ulama yang berkaitan dengan Kesehatan secara fisik dalam menjalankan ibadah yang sangat urgen yang dihelat setiap tahuanan. *)

Oleh : Harun Al Rasid Sulaiman, ASN Pusat Kesehatan Haji
Kementerian Kesehatan RI

Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved