Dimas Rezki Adiputra, Migran Asal Indonesia, Menikmati Tinggal dan Bekerja di Kota Kecil Australia

Migran Indonesia memanfaatkan peluang tinggal di Australia dengan bekerja di kota-kota kecil atau pedalaman. Salah satunya, Dimas Rezki Adiputra

Dimas Rezki Adiputra, Migran Asal Indonesia, Menikmati Tinggal dan Bekerja di Kota Kecil Australia
(ABC Kimberley: Ben Collins
Dimas Rezki Adiputra dalam kelas menari di Broome, Australia. 

POS-KUPANG.COM - Perdana Menteri Australia Scott Morrison  pada hari ini (Rabu, 20/3/2019)) mengumumkan pendekatan baru untuk imigrasi yang akan lebih mendorong migran baru untuk tinggal di kota-kota kecil. 

Diberitakan laman abc.net.au, pekerja terampil akan bisa melamar untuk izin tinggal permanen jika mereka tinggal dan bekerja di wilayah regional selama tiga tahun, untuk menggeser minat migran dari kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne.

Sebelum ini telah banyak migran baru seperti dari Indonesia yang memanfaatkan peluang tinggal di Australia dengan bekerja di kota-kota kecil atau pedalaman. Salah satunya, Dimas Rezki Adiputra.

Dimas hampir dua tahun tinggal di Broome, kota kecil di Australia Barat.

Broome adalah kota kecil destinasi wisata yang berlokasi sekitar 2.240 kilometer di utara Perth yang terkenal sebagai penghasil mutiara.

Sebelumnya Dimas tinggal di Melbourne selama tujuh bulan dan berusaha mendapatkan kesempatan untuk tinggal permanen di Australia.

"Tadinya saya ingin pindah ke Darwin, karena dekat, kalau mau pulang ke Indonesia mudah. Lalu ada teman saya bilang coba pindah ke Broome," kata Dimas kepada Alfred Ginting dari ABC.

Dimas mendapatkan pekerjaan sebagai manajer restauran di Broome dan mengajukan temporary shortage skill visa atau yang juga dikenal sebagai visa subclass 482.

Dimas, yang berasal dari Kalimantan, akan mengajukan izin tinggal permanen tahun depan.

"Saya akan mengajukan PR [permanent residence] tahun depan karena tahun ini ada manajer lain di tempat saya bekerja yang dinominasikan, jadi giliran saya tahun depan," kata Dimas, yang pernah tinggal di Yogyakarta selama 14 tahun sebelum pindah ke Australia.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved