Berita kesehatan

Pakai Minyak Goreng Berulang Memicu Radikal Bebas

Karena alasan berhemat, kebanyakan masyarakat menggunakan minyak goreng berulang kali.

Pakai Minyak Goreng Berulang Memicu Radikal Bebas
ilustrasi/kompas.com
Minyak bekas pacu radikal bebas 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Karena alasan berhemat, kebanyakan masyarakat menggunakan minyak goreng berulang kali.

Bahkan, kalau belum berubah warna menjadi coklat, minyak tersebut akan terus digunakan.

Padahal, ada bahaya mengintai di balik pemakaian minyak goreng berulang. Salah satunya adalah memicu radikal bebas yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit.

Anggota DPD RI Apresiasi Pemerintah Tangani Longsor di Ruas Jalan Nasional di Manggarai Barat

Minyak goreng sebaiknya dipakai tidak lebih dari tiga kali. Namun, hal ini juga tergantung pada suhu yang dipakai saat menggoreng.

"Idealnya menggoreng pakai minyak yang baru. Tapi kalau tidak bisa, jangan banyak-banyak pakai minyaknya saat menggoreng. Sedikit saja," kata Prof.Ahmad Sulaeman dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Ia menjelaskan, di dalam minyak goreng juga terdapat asam lemak tidak jenuh yang bisa teroksidasi oleh proses pembakaran dalam suhu tinggi.

Prostitusi Online di Kupang, Masih Delapan Orang Saksi yang Diperiksa dan Diambil Keterangan

Susunan rantai asam lemak yang teroksidasi itu akhirnya pecah dan membentuk radikal bebas. Jika terjadi berulang kali, radikal ini membentuk polimer yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Bahaya lain dari penggunaan minyak jelantah ini adalah menyebabkan batuk dan sakit tenggorokan, meningkatkan kolesterol, hingga memicu penyumbatan pembuluh darah yang mengundang serangan jantung.

Ratusan Ribu Surat Suara Pemilu di Kabupaten Kupang Rusak

Ahmad mengatakan, untuk menumis kita bisa menggunakan minyak kedelai atau minyak zaitun. Sedangkan untuk kegiatan menggoreng, gunakan minyak yang tahan di suhu tinggi seperti minyak sawit atau minyak kelapa.

"Selain digoreng, makanan juga bisa diolah dengan cara dikukus, rebus, atau panggang. Kadar gizi dalam makanan juga akan hilang kalau kita menggoreng sampai kering," ujarnya. (*)

Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved