Dugaan Penyimpangan Rp 262 Juta, Kades Balalerek Diperiksa Penyidik Tipikor Polres Lembata

Kepala Desa (Kades) Bakalerek, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Adrianus Boli Mukin diperiksa penyidik tipikor Polres Lembata, Selasa

Dugaan Penyimpangan Rp 262 Juta, Kades Balalerek Diperiksa Penyidik Tipikor Polres Lembata
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
DIPERIKSA PENYIDIK- Kepala Desa (Kades) Bakalerek, Adrianus Boli Mukin (kanan) saat diperiksa penyidik tipikor Polres Lembata, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Kepala Desa (Kades) Bakalerek, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Adrianus Boli Mukin diperiksa penyidik tipikor Polres Lembata, Selasa (19/3/2019). Selain Kades Mukin, Sekretaris Desa (Sekdes) Damianus Suban juga dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan uang Rp 262 juta.

Disaksikan Pos Kupang.Com, Kades Mukin diperiksa di ruang penyidik tipikor sekitar pukul 11.30 Wita. Mukin diperiksa setelah Sekretaris Desa, Damianus Suban dimintai keterangan di ruangan yang sama sekitar pukul 10.00 Wita.

Sehari sebelumnya, yakni Senin (18/3/2019), Kepala Urusan (Kaur) Keuangan, Listiani dan Bendahara Desa, Gregorius Ola telah dimintai keterangan oleh penyidik tipikor. Kaur keuangan dan bendahara, juga sekretaris dan kepala desa itu diperiksa terkait penyimpangan program yang berbuntut pada dugaan penyimpangan keuangan negara sebesar Rp 262 juta lebih.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com, menyebutkan, pada tahun 2018, Pemerintah Desa Bakalerek berencana membangun drainase, gorong-gorong dan jalan rabat dalam desa, senilai Rp 480 juta. Dana itu bersumber dari alokasi dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat untuk tahun anggaran tersebut.

Akan tetapi, katanya, ketika dana desa itu dicairkan, kepala desa bersama staf justeru mengalihkan dana tersebut untuk pembelian pipa air bersih. Pengalihan dana itu dilakukan secara sepihak, tanpa sepengetahuan pemerintah Kecamatan maupun BPD Desa Bakalerek.

Bahkan secara diam-diam, sebagian uang untuk pengadaan pipa air bersih itu, sudah diberikan kepada oknum pengusaha berinisial ASK. Uang senilai Rp 262 juta itu dibayarkan langsung kepada ASK saat yang bersangkutan datang menemui kepala desa dan staf desa itu pada 30 Oktober 2018 di desa tersebut.

Apesnya, setelah dana Rp 262 juta lebih itu dibayarkan langsung kepada pengusaha tersebut, sampai saat ini, pipa air bersih itu tak pernah didistribusikan ke desa itu. Bahkan ASK dikabarkan menghilang dan hilang pula kontak person yang bersangkutan.

Walau Istri Tewas, Korban Selamat Christchurch Memaafkan Pelaku- Saya Menyayangimu

Presiden Teken PP Kenaikan Gaji Anggota Polri

UEFA Nyatakan Mega Bintang Juventus Cristiano Ronaldo Bersalah, Ini Sanksinya

Olehnya, selain uang dana desa itu hilang tanpa bekas, barang yang dibeli itu pun tak kunjung datang. Alhasil, semua aktivitas pembangunan di desa tersebut tidak terlaksana sebagaimana mestinya.

Atas persoalan tersebut, maka oknum kades Adrianus Mukin bersama Sekretaris Desa, Damianus Suban, Bendahara Desa Gregorius Ola dan Kaur Keuangan Desa Bakalerek, Listiani, kini berurusan dengan penyidik Tipikor Polres Lembata.

Pasalnya, tindakan pengalihan dana untuk kegiatan di luar program pembangunan yang telah direncanakan itu, berdampak terhadap kerugian uang negara. Apalagi sampai dengan saat ini barang yang dibeli dengan dana Rp 262 juta lebih itu tak jelas juntrungnya. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved