Berita Tamu Kita

Tamu Kita : Martinus Siki Bangga Lihat Panorama Flores

Saat ini dia sedang mengelilingi NTT dan dia sangat bangga dengan panorama alam Pulau Flores.

Tamu Kita : Martinus Siki  Bangga Lihat Panorama Flores
Frans Krowin
Martinus Siki 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Pria ini low profile. Pembawaannya sangat bersahaja. Ia murah senyum dan familiar tapi tegas.

Tak banyak bicara tapi disiplin. Baginya kerja keras dan disiplin merupakan kunci meraih sukses. Saat ini dia sedang mengelilingi NTT dan dia sangat bangga dengan panorama alam Pulau Flores.

Itulah Martinus Siki, S.H, M.H, putra Timor yang sukses di tanah rantau, Jakarta. Seperti apa kisah sukses pria kelahiran Kampung Tes, Desa Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ini.

4 Pasangan Artis Korea Selatan ini Dirumorkan Cinlok, Mulai dari Park Min Young Hingga So Ji Sub!

Ikuti wawancara eksklusif Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin, dengan Martinus Siki, di Lembata, Jumat (15/3/2019).

Saat ini Anda menjadi buah bibir masyarakat atas kesuksesan Anda merenda hidup di tanah rantau. Apa kiat yang Anda lakukan hingga membuahkan hasil yang demikian?
Ceritanya panjang sekali. Dulu saat masih sekolah, saya ini kerja keras untuk membiayai hidup saya dan sekolah saya. Kalau saya sekolah pagi, maka sore sampai malam saya harus kerja. Begitu juga sebaliknya kalau sekolah sore, maka paginya saya harus kerja.

Martinus Siki saat bersama para orang tua di Lembata
Martinus Siki saat bersama para orang tua di Lembata (Frans Krowin)

Saya kerja apa saja, yang penting bisa dapat uang. Saya pernah jadi kernek (kondektur/konjak) angkutan kota, pernah jadi tukang kayu, tukang batu dan jenis pekerjaan lainnya. Saat itu, yang penting bagi saya adalah kerja supaya bisa dapat uang.
Kalau sudah dapat uang, saya gunakan baik-baik untuk biaya hidup saya, terlebih biaya pendidikan saya. Saya ini kerja sambil sekolah atau sekolah sambil kerja saat di SMA. Kalau tidak begitu, maka saya susah. Apalagi waktu itu saya sekolah di Timor Timur (sekarang Timor Leste). Saya sekolah di
SMA Negeri 2 Timor Leste sampai selesai tahun 1997 .

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 19 Maret 2019 Cancer Egois Leo Bahagia Libra Jangan Banyak Berharap

Bagaimana sampai Anda memutuskan untuk merantau ke Jakarta?
Proses untuk sampai di Jakarta juga bukan hal yang gampang. Sebab saat itu, saya tidak punya siapa-siapa di Jakarta. Tapi satu hal yang membuat saya ke Jakarta, adalah nasihat bapa saya, Ray Ballo (almarhum).
Waktu itu bapa bilang begini kepada saya. Kalau mau menjadi orang sukses, merantaulah ke tanah orang. Di tanah rantau kita bisa mendapatkan banyak emas, banyak pengalaman dan itu yang membuat kita bisa menjadi orang sukses.
Pesan orangtua saya ternyata benar. Di tanah rantau, saya bekerja tanpa kenal lelah. Saya bekerja apa saja asalkan halal dan bisa mendapatkan uang. Dan, pengalaman sebagai tukang dan kernek angkutan kota semasa berada di Timor Leste, menjadi guru yang sangat baik ketika saya merintis hidup di Jakarta.

Apakah itu artinya di Jakarta juga Anda mengawali hidup dengan bekerja sebagai kondektur dan tukang?
Benar. Saat saya sedang mencari kerja, tiba-tiba saya bertemu dengan Romo Yakobus Sandarma Akbar, Pr. Waktu itu, Romo Akbar sedang membangun gedung dengan banyak pekerja lalu saya ikut bergabung. Kala itu Romo Akbar meminta sebagai pengawas.
Berbekal pengalaman di Timor Leste, saya lantas bertugas sebagai pengawas pekerjaan itu. Ketika mengawas, sesekali saya juga membantu tukang supaya gedung itu cepat rampung. Dan, puji Tuhan, pekerjaan itu rampung dalam beberapa waktu kemudian.

Martinus Siki mengenakan Pakaian Timor
Martinus Siki mengenakan Pakaian Timor (Frans Krowin)

Setelah bekerja, dari hari ke hari saya terus menabung uang. Saat tabungan serasa cukup, saya lalu menyempatkan diri untuk berlibur, sekadar melepas kangen dengan orangtua dan keluarga serta rindu akan kampung halaman.
Tapi liburan itu bukannya menggembirakan tapi seakan berubah menjadi malapetaka. Pasalnya, teman-teman mengejek karena saya hanya berpendidikan rendah, berijazah SMA, sementara mereka berijazah sarjana dan memiliki pekerjaan yang bagus. Mereka selalu mengolok, sehingga saya merasa seperti sampah karena tak punya apa-apa.
Tapi semua cercaan itu tidak saya balas sekata pun. Saya hanya simpan dalam hati lalu menjadikannya sebagai cemeti agar bisa berubah di kemudian hari. Teman-teman itu tidak tahu, kalau selama di Jakarta, saya bekerja keras untuk menyekolahkan kakak adik saya.

Isak Tangis Keluarga Sambut Jenaxah Umar Ali, Korban Tenggelam Pantai Namosain-Kota Kupang

Lantas, apakah Anda kuliah?
Benar. Berkat cemeti itu, saya lalu berkomitmen untuk kuliah. Saya ambil Fakultas Hukum dan kuliah di Universitas Bung Karno. Saya kuliah hingga selesai dan langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, juga dengan jurusan yang sama, yakni hukum.
Sejak saat itulah saya mulai bekerja dengan totalitas diri yang penuh dan selalu mengedepankan disiplin. Bagi saya, hanya dengan dua hal itu, seseorang bisa berubah untuk meraih sukses. Saya juga selalu menjaga kepercayaan untuk kebaikan bersama.
Mungkin karena semua hal itu tertanam kuat dalam diri, sehingga sampai saat ini saya selalu meraih apa yang saya impikan.

Anda pernah ke Flores bahkan plesir keliling NTT. Benarkan demikian dan mengapa?
Saya ini sudah mendatangi semua kabupaten di NTT. Saya memulai safari itu dengan terlebih dahulu datang ke Kabupaten Lembata. Dari Lembata saya ke Larantuka, Maumere, Ende dan seterusnya hingga ke Labuan Bajo. Saat menempuh perjalanan dari ujung timur Flores hingga Labuan Bajo, terus terang saya terkagum-kagum. Ternyata sungguh indah pemandangan alam di daratan Flores. Lika-liku jalan yang panjang dengan deretan gunung yang berbaris indah, membuat saya sangat terpesona.
Yang makin mengagumkan lagi adalah panorama alam di danau tiga warna Kelimutu. Keindahan tempat itu tak mungkin saya lupa. Ada satu hal yang membuat saya seakan merasakan keajaiban adalah sewaktu saya tiba di Danau Kelimutu. Saat itu kabut dan awan tebal menutupi permukaan danau. Tapi ajaibnya adalah awan tebal itu perlahan hilang dan danau itu bisa saya abadikan dengan hp android yang saya bawa. Itu sekilas tentang Flores dan saya sangat membanggakannya.
Di mata saya, semua daerah, baik Lembata, sepanjang Flores, Sumba, Alor, Sabu Rote dan Timor, sangat luar biasa. Bila ini dikelola secara baik, niscaya hasilnya baik pula untuk masyarakat dan daerah ini. Dan, saya sudah berkomitmen untuk mengambil bagian memajukan daerah ini. Komitmen itu akan saya tunjukan melalui pengabdian.
Oh iya, mungkin kalian tidak tahu kalau selama ini saya selalu membagi gratis anakan tanaman sengon untuk masyarakat Kabupaten Sikka dan masyarakat Flores Timur di Boru dan sekitarnya. Saya bagi-bagi anakan itu untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebab hanya tiga tahun saja, tanaman itu sudah bisa dipanen untuk diolah lebih lanjut. Itu salah satu bentuk kepedulian saya untuk meningkatkan ekonomi rakyat.
Artinya, kalau itu bisa saya lakukan, maka pasti saya buat. Sebab, komitmen seperti itu sudah tertanam kuat dalam diri saya. Saya bangga bisa membantu masyarakat karena dulu saya juga pernah melewati hidup yang kurang-kurang seperti yang dialami masyarakat saat ini. (kro)

Kasus Ujaran Kebencian Gereja Advent, Profesor YLH Segera Diperiksa

Biodata :
Nama : Martinus Siki, SH, MH
Istri : Ny. Saini Siki
Anak :
1. Herman Siki
2. Petrus Siki
3. Sergio Siki

Penulis: Frans Krowin
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved