Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL Wilayah Alas-Malaka Nyaris Putus

Ruas jalan sabuk merah sektor timur perbatasan RI-RDTL, tepatnya di Desa Alas, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka nyaris putus.

Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL Wilayah Alas-Malaka Nyaris Putus
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Jalan rusak di perbatasan RI-RDTL di Kabupaten Malaka 

Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL Wilayah Alas-Malaka Nyaris Putus

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN- Ruas jalan sabuk merah sektor timur perbatasan RI-RDTL, tepatnya
di Desa Alas, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka nyaris putus.

Kerusakan jalan ini akibat longsor yang dipicu hujan lebat selama awal tahun 2019. Pemerintah melalui Satker pekerjaan jalan nasional belum melakukan penangan secara permanen.

Kerusakan paling berat terletak di Dusun Lalimaren, Desa Alas. Di titik ini, badan jalan amblas sekitar belasan meter panjangnya. Kendaraan masih bisa melintas di jalan tersebut dengan ekstra hati-hati karena kondisi tanah masih labil.

Jalan Rusak Menuju Air Terjun Cunca Wulang, Empat Wisatawan Asing Alami Kecelakaan

Kerusakan berikutnya terletak di daerah batas Desa Alas dan Desa Alas Utara. Di titik ini, badan jalan tersisa hampir satu meter saja dari lebar jalan enam meter. Sebagian badan jalan sudah longsor.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Pembangunan Jalan Perbatasan NTT, Rofinus Ngilo yang dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Minggu (17/3/2019) membenarkan kondisi kerusakan jalan sabuk merah.

Rofinus mengatakan, curah hujan yang tinggi sejak akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019 menyebabkan longsor di 20 titik jalan sabuk merah sepanjang 179.99 kilometer.

Untuk penanganan permanen masih menunggu desain/perencanaan khusus dari konsultan perencana dibawah kendali P2JN NTT. Kemudian, kondisi tanah di titik longsor belum stabil dan penurunan tanah masih terjadi.

Begini Jawaban PU Nagekeo Soal Ruas Jalan Rusak Menuju Alorawe

Untuk sementara yang dilakukan adalah dengan menimbun dan perataan material untuk akses fungsional.

Menurut Rofinus, untuk lokasi aspal yang longsor di wilayah Alas bukan dalam masa pemeliharaan sehingga bukan tanggungjawab rekanan. Ruas jalan tersebut sudah dikerjakan tahun 2015. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved