Frans Mukin Operasikan Sampan di Kali Waima, Ini Tarifnya

Frans Suma Mukin, warga Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, mengoperasikan sampan miliknya di Kali Waima.

Frans Mukin Operasikan Sampan di Kali Waima, Ini Tarifnya
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Suasana penyeberangan warga menggunakan sampan di Kali Waima. Gambar diabadikan, Minggu (17/3/2019). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Frans Suma Mukin, warga Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, mengoperasikan sampan miliknya di Kali Waima. Sampan itu digunakan untuk menyeberangkan warga yang hendak ke Lewoleba atau pun kembali ke Nagawutun.

"Selama ini warga sulit menyeberangi Kali Waima saat banjir. Makanya, saya coba membantu dengan mengoperasikan sampan ini. Untuk penumpang, kami kenakan tarif Rp 10.000 untuk anak dan Rp 20.000 untuk orang dewasa," ujar Frans Mukin, Minggu (17/3/2018).

Dikatakannya, menggunakan sampan untuk menyeberangkan warga itu saat banjir sudah reda di Kali Waima. Bila banjir besar, maka ia tak akan berani melakukan itu. Sebab risikonya sangat besar.

Kepala Sekolah SMA Negeri Ini Lapor Polisi karena Dipukuli Siswa yang Marah

Awalnya, lanjut dia, kiat menyeberangkan warga itu, dilakukannya seorang diri. Makanya bukan hanya manusia, tetapi kendaraan roda dua pun diangkut dengan sampan. Tarif sepeda motor, Rp 20.000 per kendaraan.

Jelang Debat Cawapres, Maruf Amin Jelaskan Kartu Pra-Kerja, Sandiaga Uno Tampil Apa Adanya

Lantaran anak-anak muda Desa Bour juga berinisiatif menyeberangkan kendaraan, maka Frans Mukin pun membatasi diri dengan hanya menyeberangkan warga. Sedangkan sepeda motor diangkat oleh anak-anak muda. Tarifnya Rp 20.000 untuk sepeda motor kecil dan Rp 30.000 untuk kendaraan besar.

Dikatakannya, kiat menyeberangkan warga itu didorong oleh keinginan untuk membantu warga yang hendak bepergian melewati Kali Waima. Mengingat yang dilakukan itu cukup berisiko sehingga ia meminta pengguna jasa untuk mengingat cape lelahnya dengan membayar sejumlah uang.

Rupanya, ungkap Frans Mukin, warga juga memahami apa yang dilakukannya. Olehnya setiap kali menyeberangkan warga, ia menerima bayaran sesuai tarif yang dibuat. "Semua memahami itu, sehingga tiap warga yang diseberangkan, dengan senang hati memberikan uang sebagai tarif atas jasa yang dilakukannya," ujar Frans.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, Frans Mukin bersama adiknya, sibuk menyeberangkan warga baik dari arah Loang maupun Lewoleba. Karena hampir setiap saat selalu saja ada warga yang bepergian.

Warga itu umumnya menggunakan sepeda motor, sehingga saat tiba di Kali Waima, sepeda motor dipikul ramai-ramai oleh anak-anak muda sementara pengendara dan orang yang dibonceng diseberangkan Frans Mukin dengan perahu miliknya.

Proses penyeberangan warga dan kendaraan itu berlangsung lancar. Itu didukung oleh kondisi banjir yang sudah reda. Situasi itu juga yang membuat anak-anak bersantai ria di tempat itu. Mereka meloncat dan berenang di dalam kali yang satu ini. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved