Pemilu di Lembata Ricuh, Massa Berteriak Bakar KPU

Pemilihan umum presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) di Kabupaten Lembata, berlangsung ricuh

Pemilu di Lembata Ricuh, Massa Berteriak Bakar KPU
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Simulasi pemilu ricuh di Lembata 

Pemilu di Lembata Ricuh, Massa Berteriak Bakar KPU

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pemilihan umum presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) di Kabupaten Lembata, berlangsung ricuh. Puluhan massa berteriak histeris. Mereka protes terhadap hasil perhitungan suara yang dilakukan di TPS Srikandi, Lewoleba.

Saat itu, massa menuding petugas TPS telah bersekongkol untuk memenangkan calon tertentu. Massa juga memaksa petugas TPS agar menyerahkan kotak suara kepada mereka Mereka menuntut agar kotak suara itu dibuka dan perhitungan suara dilakukan ulang.

Dalam situasi yang semakin memanas, dan berpeluang terjadinya konflik, aparat polisi tiba di lokasi kejadian. Aparat kepolisian itu bermaksud mengamankan suasana dengan mencegah tindakan anarkis oknum pendemo itu.

KPU Ende Mulai Gelar Simulasi Pemilu, Melibatkan Anggota PPK

Polres Kupang Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Akan tetapi usaha itu mendapat perlawanan sengit dari massa. Lantaran suasana semakin tidak kondusif, sehingga aparat kepolisian berusaha mengamankan kotak suara yang nyaris dirampas oleh massa. Sempat terjadi dorong mendorong namun karena aparat kepolisian bertindak sigap, sehingga kotak suara itu berhasil diamankan.

Melihat hal itu, massa makin beringas. Mereka ngotot dan bersikeras menduduki Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Olehnya massa melakukan long march dari TPS Srikandi menuju PPK yang berada di ibukota kecamatan.

Saat tiba di PPK, massa kembali beraksi. Mereka memaksa aparat keamanan untuk menyerahkan kotak suara agar dihitung ulang. Namun permintaan tersebut tidak diladeni. Polisi lantas berusaha menenangkan massa dengan melakukan negosiasi.

Meski negosiasi sudah dilakukan tapi massa menolak tawaran aparat keamanan. Mereka tetap pada pendirian yakni meminta diserahkan kotak suara dari TPS Srikandi tersebut. Lantaran tuntutan tidak dikabulkan sehingga massa pun bersikeras memperjuangkan aspirasi itu hingga di KPU.

Dan, ketika massa tiba di KPU, tindakan anarkis pun tak dapat dihindari. Mereka berusaha menduduki Kantor KPU dengan menggelar aksi bakar-bakar di depan kantor tersebut. Melihat itu, aparat polisi pun memasang pagar betis dan berusaha menenangkan emosi massa.

KPU Gelar Simulasi Pemilu Untuk Kaum Disbilitas Di Ende

Kodim Manggarai Gelar Simulasi Pengamanan Pileg dan Pilpres 2019

Lantaran upaya aparat keamanan itu tak membuahkan hasil, akhirnya massa dibubarkan secara paksa. Massa dibubarkan saat mobil watercanon tiba di lokasi kejadian. Mobil itu menembakkan air ke arah massa dan massa pun bubar.

Peristiwa ini merupakan simulasi penyelenggaraan pemilu yang diprediksi ricuh di Kabupaten Lembata, Sabtu (16/3/2019). Simulasi tersebut diselenggarakan oleh Polres Lembata, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pilpres dan pileg yang akan datang. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved