Ini Penjelasan Kapolres Manggarai Terkait Bunuh Diri di Pau, Ruteng

Ini penjelasan Polres Manggarai terkait kasus bunuh diri di kompleks SMAN 2 Langke Rembong, Kota Ruteng, Sabtu (16/3/2019

Ini Penjelasan Kapolres Manggarai Terkait Bunuh Diri di Pau, Ruteng
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kapolres manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK 

Ini Penjelasan Kapolres Manggarai Terkait Bunuh Diri di Pau, Ruteng

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM | RUTENG- Polres Manggarai melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi kasus bunuh diri di kompleks SMAN 2 Langke Rembong, Kelurahan Pau, Kota Ruteng, Sabtu (16/3/2019) pagi.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas, Ipda Daniel Djihu kepada wartawan di Ruteng, Sabtu (16/3/2019) siang menjelaskan, dari hasil olah TKP terungkap,  ketika tiga saksi menemukan korban Irwandi Suadi (21) gantung diri di pohon mangga, ibu korban Kornelia Tima dan nenek korban, Sisilia Nima menyuruh dua orang saksi membuka ikatan tali di leher korban.

"Kejadiannya bertempat di kebun milik orang tua korban di Lingko Labe, kompleks SMAN 2 Langke Rembong. Ada saksi melihat korban tergantung di pohon mangga dengan tali terikat pada leher korban.
Kemudian saksi memanggil orang ke TKP meminta bantuan untuk membuka tali pada tubuh korban. Kemudian dibawa ke RSUD Ruteng," papar Daniel.

Tak Kunjung Keluar Kamar Mandi, Ternyata Napi Lapas Cipinang Ini Tewas Gantung Diri

Ini Cerita Misteri Dibalik Eldius Gantung Diri di Pohon Mete, di Desa Hoder, Waigete-Sikka     

Ia mengungkapkan, saat polisi mendatangi TKP korban sudah dibawa ke RSUD Ruteng.

"Keluarga mengambil inisiatif membuka tali dan membawa korban ke RSU karena berharap korban masih bisa diselamatkan
Korban meninggal dunia di TKP. Keluarga korban menerima dengan ikhlas kematian korban. Kini, jasad korban sudah dipulangkan ke rumh korban," ujar Daniel.

Ia menegaskan, pihak RSU diwakili dr. Aurelia Maria Liliweri mengungkapkan, sesuai pemeriksaan, korban meninggal dunia di TKP sekitar 2 sampai 3 jam sebelum dibawa
ke  RSU.

Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jasad korban sehingga disimpulkan korban meninggal dunia murni bunuh diri.
"Polisi sudah membuat berita acara serahterima jenasah dan berita acara penolakan autopsi serta surat pernyataan tidak membuat laporan polisi," jelas Daniel.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved