Berita Pendidikan

Matematika Dari Monster Jadi Peri Mungil

Matematika sering kali dianggap sebagai "monster" menakutkan, karena pelajaran ini dipersepsikan sebagai bidang ilmu yang sulit.

Matematika Dari Monster Jadi Peri Mungil
ilustrasi/kompas.com
Pararawendy Indarjo 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Dunia matematika sering kali "dikucilkan" karena dianggap terlalu kompleks dan tidak dekat dengang kehidupan sehari-hari.

Bahkan, matematika sering kali dianggap sebagai "monster" menakutkan, karena pelajaran ini dipersepsikan sebagai bidang ilmu yang sulit, tidak popular, dan abstrak.

Pararawendy Indarjo, seorang mahasiswa Indonesia penerima beasiswa StuNed dari Pemerintah Belanda yang saat ini sedang menyelesaikan studinya pada program "Mathematics and Science Based Business" di Leiden University, Leiden, Belanda, menyadari hal persepsi yang terbentuk tentang ilmu matematika.

Fabio Capello, Eks Bos Juventus Klaim Ronaldo Tidak Jenius seperti Messi, Ini Alasannya

Parara kerap kali bingung dan frustrasi lantaran sering menjadi korban "stereotipe" yang sudah kadung menempel dengan bidang keilmuannya ini, yaitu matematika atau mencongak atau berhitung, yakni menghitung angka-angka yang panjang alias njelimet.

Padahal, menurut Parara, matematika adalah ilmu tentang generalisir atau abstraksi pola dari fenomena apapun yang terjadi di dunia.

Semua fenomena di bumi dapat diturunkan persamaan matematisnya, dan itulah sebenarnya ruang lingkup eksplorasi berpikir seorang matematikawan.

Belasan Sampah Plastik di TPI Maumere Dibuang ke Laut

Melalui sesi Lapak Ilmiah Mahasiswa Belanda pada rangkain acara StuNed Day 2019 di KBRI Belanda, tantangan untuk Parara bukan tentang menemukan pola dan fungsi matematika, tetapi mengemas topik "sulit" tersebut dan membagikannya secara ringan dan menarik kepada seluruh peserta dalam paparan tidak lebih dari 8 menit!

Strategi cerdas yang digunakan Parara adalah dengan membuat perumpamaan dan anologi yang mudah dicerna oleh peserta forum yang berasal dari berbagai bidang studi.

Dia membuat analogi antara konsep yang akan disampaikan dengan hal-hal yang dekat dengan para peserta.

Lakukan Hattrick,  Penyerang Barcalenona Lionel Messi Puji Cristiano Ronaldo

Pertama, Parara berusaha menggugah kesadaran audiens bahwa sebenarnya Machine Learning itu sangat dekat dengan perjalanan akademis.

Halaman
123
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved