Puso Mengancam Tanaman Padi Petani di Kabupaten Kupang, Ini Penjelasannya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang diharapkan tetap mengantisipasi ancaman puso atas lahan sawah milik warga. Walaupun hujan belakangan ini turun

Puso Mengancam Tanaman Padi Petani di Kabupaten Kupang, Ini Penjelasannya
Pos Kupang.com, Edy Hayong
Lahan sawah tadah hujan di Naibonat, Kecamatan Kupang Timur yang baru ditanami padi. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang diharapkan tetap mengantisipasi ancaman puso atas lahan sawah milik warga. Walaupun hujan belakangan ini turun secara rutin, namun tidak bisa diprediksi sampai kapan kondisi seperti ini.

Bisa saja dalam pekan kedepan hujan akan turun relatif sedikit dan imbasnya pada tanaman padi yang baru ditanam.

Demikian permintaan anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Kecamatan Kupang Timur, Adi Koroh kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Politisi PKPI ini mengatakan, awal Maret 2019, dirinya didatangi petani sawah tadah hujan yang mengeluh soal ancaman kekeringan pada lahan mereka.

Padahal tanaman padi rata-rata baru ditanam belum sebulan. Syukur belakangan hujan yang turun cukup banyak namun belum bisa diprediksi hingga kapan. Untuk itu antisipasi dini perlu dipikirkan Pemkab Kupang.

"Pemerintah harus mencari jalan keluar manakala curah hujannya kedepan mulai minim. Kalau alternatif air dari Bendungan Raknamo bisa dialirkan tentu sangat membantu. Kita bukan pesimis tapi cuaca ini sulit diprediksi," kata Adi.

Sebelumnya petani di lokasi persawahan Kuledoki, Desa Manusak, Kupang Timur, Kabupaten Kupang menjerit kekurangan pasokan air ke sawah mereka. Lahan sawah yang ada merupakan sawah tadah hujan seluas 500 hektar dan dengan krisis hujan saat ini maka lahan yang sudah ditanami padi di atas lahan sekitar 100-an hektar bakal gagal total.

Demikian diungkapkan para petani sawah tadah hujan lokasi Kuledoki seperti Ferdi Wadu, Jefri Loli dan Jacob V Jhon CH Ballo, SE, kepada wartawan di Naibonat, Rabu (6/3/2019).

Ferdi mengungkapkan kecemasannya dengan melihat curah hujan yang minim belakangan ini, sementara lahan sawah miliknya seluas 3 hektar telah ditanami padi. Usia padi yang ada rata-rata sudah 1 bulan lebih tidak bisa bertumbuh  subur karena pasokan air tidak ada.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved