Benyamin Lola: Kalau Guru PNS Tidak Mau Tugas di Kampung, Kasih Berhenti Saja!

Benyamin Lola: Kalau Guru PNS Tidak Mau tugas di kampung, Kasih Berhenti Saja!

Benyamin Lola: Kalau Guru PNS Tidak Mau Tugas di Kampung, Kasih Berhenti Saja!
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola 

Benyamin Lola: Kalau Guru PNS Tidak Mau tugas di kampung, Kasih Berhenti Saja!

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Persoalan guru di Provinsi NTT terbilang pelik. Di beberapa wilayah Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS misalnya, guru ASN hampir tidak dapat ditemui di sekolah-sekolah yang berada desa.

Terhadap persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Benyamin Lola menegaskan akan mengambil tindakan.

Tahun Ini Lomba Paralayang Indonesia di Pantai Wade, Disbudpar Lembata Koordinasi IO di Jakarta

Ditemui saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019 tingkat Provinsi NTT tahun 2019 di Hotel Pelangi Kupang pada Kamis (14/3/2019) siang, Benyamin Lola mengatakan bahwa persoalan guru yang terjadi di NTT bukan terkait jumlah, melainkan terkait pemerataan.

Ia menjelaskan, hal ini terjadi karena hampir semua orang termasuk para guru ASN lebih senang dan memilih tinggal di kota sehingga ada ketimpangan jumlah guru ASN di wilayah perkotaan dan wilayah desa. Oleh karena itu menurutnya, terhadap para guru ASN yang tidak mau bertugas di desa, ia menganjurkan untuk diberhentikan.

Jalan Nasional di Manggarai Barat Rusak, Ekspedisi Pindah ke Pelabuhan Ende

"Persoalan guru adalah persoalan pemerataan, bukan persoalan jumlah. Jadi persoalan kita di NTT, semua orang mau tinggal di kota, jadi kalau mau tanya seperti apa, kalau maunya saya kalau yang tidak mau ke kampung kasih berhenti saja," ungkap Benyamin.

Namun lanjutnya, tentu proses pemberhentian tidak serta-merta atau seperti membalik telapak tangan. Oleh karena itu, ia menganjurkan kepada para guru ASN yang tidak mau ditempatkan di desa untuk mengajukan pengunduran diri.

Lebih lanjut, ia menegaskan kebijakan pemerintah akan lebih selektif dalam persoalan pengajuan pindah tugas ASN terutama para guru. Jika di tempat sebelumnya belum ada tenaga pengganti maka proses perpindahan tidak diproses dahulu.

"Untuk pemerataan kita akan coba, untuk yang mengajukan pindah kita akan lihat, kalau dia pindah apakah ada tenaga penggantinya di tempat itu atau tidak. Kalau tidak ada pengganti ya sabar dulu, tapi kalau merasa di kota lebih penting ya silahkan di kota. Tapi ya ajukan permohonan berhenti supaya kita angkat tenaga kontrak," tegasnya.

Ia mengatakan akan memproses secara baik permohonan berhenti ASN yang tidak bisa jika ditempatkan di desa.

"Kalau PNS bilang kami tidak bisa, ya ajukan. Permohonan berhenti akan kita proses secara baik," lanjutnya.

Benyamin justru mengimbau para guru ASN yang mendapat kehormatan bertugas di wilayah desa agar memberikan Bhakti ya di tempat seperti itu dengan baik demi kemajuan dunia pendidikan dan masa depan pendidikan anak anak.

"Kita imbau dan dorong supaya kalau mereka sudah disana (wilayah desa) mereka bertahan sampai titik darah penghabisan," pungkas Benyamin. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved