Berita Lifestyle

Jangan Dimusuhi, Karbohidrat Tak Bikin Gemuk Kok

Karbohidrat memang sering dianggap musuh oleh mereka yang tak ingin berat badannya bertambah.

Jangan Dimusuhi, Karbohidrat Tak Bikin Gemuk Kok
ilustrasi
Karbohidrat tidak bikin gemuk 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - "Saya tidak makan nasi, sedang diet rendah karbohidrat". Kalimat tersebut seringkali kita dengar pada mereka yang tengah menurunkan berat badan.

Karbohidrat memang sering dianggap musuh oleh mereka yang tak ingin berat badannya bertambah.

Graeme Tomlinson, personal coach dan pakar nutrisi yang memiliki lebih dari 350.000 pengikut di Instagram menjelaskan mitos di balik isu karbohidrat yang membuat seseorang gemuk.

Siapkan Diri Mengikuti UN Ini Yang Dilakukan 554 Siswa di SMP Negeri 1 Kupang

Dilansir dari Dmarge, konotasi negatif karbohidrat terhadap berat badan sudah terjadi selama 30 tahun terakhir. Padahal, faktanya berbeda.

Jika karbohidrat tidak jahat, lalu mengapa banyak orang menguranginya? Adalah kepadatan kalori di dalam karbohidrat yang perlu diperhatikan.

"Pizza, pasta, keripik, roti, dan kue-kue semuanya termasuk di dalam payung isu 'Jangan makan itu karena ada karbohidrat dan kamu akan menjadi gemuk'. Namun, jika kita memeriksa bahan-bahan yang tepat dalam makanan seperti itu, kita dapat segera menyatakan karbohidrat bukan satu-satunya variabel kalori," katanya.

Contoh yang ditampilkan di sebelah kanan ilustrasi di atas, misalnya, disebut mewakili makanan yang mengandung kalori dari karbohidrat, protein dan lebih tepatnya, lemak--yang menampung kepadatan kalori.

Model Jas Tenun Pria Kekinian Padu Padan Tenun Dari Erwin Yuan Ini Pantas Kamu Kenakan

Tomlinson menambahkan, ada 9 kalori per satu gram lemak, sementara hanya ada 4 kalori per gram protein dan karbohidrat.

"Karena itu, keberadaan protein dan lemak (melalui bahan tambahan) dalam makanan akan meningkatkan nilai kalori keseluruhannya. Keseimbangan kalori (dari setiap rasio makronutrien) menentukan komposisi tubuh, bukan karena karbohidrat," katanya.

Live Streaming & Sinopsis Cinta Suci Selasa 12 Maret 2019, Tayang di SCTV Pukul 20.15 WIB

Tomlinson melanjutkan, pikiran soal karbohidrat yang akan membuat gemuk pun juga berbahaya, karena buah-buah dan sayuran ada yang mengandung karbohidrat.

"Dengan berpikir karbohidrat dalam pandangan seperti itu, seseorang akan secara tidak sengaja mengklaim bahwa 'brokoli membuat gemuk', dan itu berbahaya," tambah Tomlinson.

Menurutnya, rahasia untuk mengurangi lemak tubuh adalah keseimbangan, di mana membakar lebih banyak energi daripada yang dikonsumsi.

Memotong karbohidrat dapat menyebabkan defisit kalori, hal yang sama jika lemak dan protein dihilangkan.

Polres Sikka Beri Waktu Tiga Hari Kepada Pemilik Toko Knalpot Racing

Kamu juga tidak bisa menghilangkan setiap makronutrien tersebut, karena hampir di setiap makanan mengandung ketiganya.

Oleh karena itu, menurut Tomlinson, pendekatan paling realistis adalah memperhatikan nilai kalori keseluruhan makanan. (kompas.com)

Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved