Ayahanda Jefri Riwu Kore Pendeta Emiritus Gereja Musafir di Indonesia

Ayahanda Jefri Riwu Kore, Agustinus David Riwu Kore merupakan pendeta Emiritus di Gereja Masehi Musafir di Indonesia di Kelurahan Nunbaun Sabu.

Ayahanda Jefri Riwu Kore Pendeta Emiritus Gereja Musafir di Indonesia
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Keluarga dari almarhum Agustinus Riwu Kore saat brada di ruang tunggu RS St. Carolus Borromeus Kupang, Sabtu (9/3/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ayahanda Jefri Riwu Kore, Agustinus David Riwu Kore merupakan pendeta Emiritus di Gereja Masehi Musafir di Indonesia di Kelurahan Nunbaun Sabu.

Selain pendeta, almarhum juga pernah menjabat sebagai Kepala SDI Nunbaun Sabu tahun 1976.

Jusuf Rafael Djami, S.Pd salah satu jemaat Gereja Masehi Musafir di Indonesia Nunbaun Sabu yang ditemui di rumah duka, Sabtu (9/3/2019), mengatakan, almarhum semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Ketua Sinode Gereja Masehi Musafir di Indonesia.

Tim Reaksi Cepat PLN Terjun dalam Bencana Longsor di Manggarai Barat

"Almarhum ini merupakan salah satu perintis gereja musafir ini dan beliau semangat dalam melayani jemaat sampai masa tua. Almarhum mulai berhenti dalam pelayanan beberapa tahun setelah pensiun," kata Jusuf.

Jusuf juga merupakan tetangga dari almarhum dan selalu menjenguk saat almarhum sakit. "Tiga hari lalu kami ke rumah sakit dan almarhum masih bersemangat menyanyi dan suruh kita sembahyang," katanya.

Terlibat Cekcok, Tukang Ojek Ini Aniaya Istri hingga Tewas, Polisi Tetapkan Pelaku Jadi Tersangka

Pantauan POS-KUPANG.COM, di rumah duka di Kelurahan Nunbaun Sabu hadir Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man, Penjabat Sekda, Yos Rera Beka dan para asisten, sejumlah camat dan lurah. Nampak sejumlah Anggota DPRD Kota Kupang dan DPRD NTT dari Partai Demokrat.

Ayahanda Jefri Riwu Kore ini meninggal di RS St. Carolus Borromeus Sabtu (9/2019) pukul 08:55 wita.

Direktur RS. St. Carolus Borromeus, dr. Herly Soedarmadji mengatakan, almarhum masuk di RS St. Carolus Borromeus pada 4 Maret 2019 dengan gejala gangguan pernafasan.

"Almarhum mulai dirawat sejak tanggal 4 Maret 2019 di rumah sakit ini dan menempati ruang Carolus 5," kata Herly.

Sementara di luar rumah sakit keluarga dan handai tolan memenuhi ruas jalan di depan rumah sakit.

Saat menjemput, keluarga dan warga langsung mengantar jenazah ke rumah duka di Kelurahan Nun Baun Sabu.

Almarhum meninggalkan istn Ema Riwu Kore-Koro dan delapan orang anak, 20 cucu dan seorang cece.

Saat jenazah tiba di rumah duka, warga dan keluarga lain sudah menunggu kemudian dilanjutkan doa yang dipimpin Pdt. Yeskiel Hede,S.Th, M.M. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved