Pemasaran Kopi Arabica Flores Bajawa Mencapai Rp 8 Miliar

Salah satu jenis komokutun ditas yang potensial di Kabupaten Ngada - Flores adalah kopi Arabica.

Pemasaran Kopi Arabica Flores Bajawa Mencapai Rp 8 Miliar
Foto Konsultan PUMKM KPw BI NTT untuk POS-KUPANG.COM
Kelompok tengah melakukan cupping test untuk menguji cita rasa kopi. 

Pemasaran Kopi Arabica Flores Bajawa Mencapai Rp 8 Miliar

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Salah satu jenis komokutun ditas yang potensial di Kabupaten Ngada - Flores adalah kopi Arabica.

Komoditas ini dipandang potensial karena sudah berorientasi ekspor dan prospektif menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Kelembagaan ekonomi klaster kopi berbentuk koperasi dengan jumlah anggota 1080 orang.

Anggota kelompok ini tersebar ke dalam 1 Koperasi Primer, yakni Masyarakat Perlindungan Indikasi
Geografis Arabika Flores Bajawa dan 4 Koperasi Sekunder, yaitu Papa Wiu, Primavera, Kagho Masa dan Fa Masa dan Papa Taki.

Konsultan PUMKM KPw BI NTT, Yosef Boli Sura, menyampaikan pemahaman mereka tentang, budidaya, panen, pasca panen, dan pemasaran sudah memadai berkat pendampingan dari Pemda dan NGO (VECO).

Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Sumba Timur Semakin Meningkat, Ini Pemicunya

Dua Rumah Tertimbun Longsor di Labuan Bajo, Manggarai Barat, 2 Tewas, 8 Orang Tertimbun

TRIBUN WIKI : Kolam Renang On The Rock Suguhkan Pemandangan Indah Loh

BREAKING NEWS: Delapan Orang Tertimbun Longsor di Manggarai Barat-NTT 2 Warga Ditemukan Tewas

Dari sisi produksi, total luas lahan yang dimiliki kurang lebih 6.500 ha. Rata-rata produksi sebanyak 1 ton per ha kopi green bean. Kopi arabika Flores Bajawa berasal dari dataran tinggi 900-1200 mdpl.

Pada tahun 2012 Kementerian Hukum dan HAM, memberikan sertifikat Indikasi Geografis dan menetapkan daerah ini menjadi daerah produksi kopi arabika Flores Bajawa.

"Jalur pemasaran produk, selama ini mereka memasarkan produknya dari lokasi kebun langsung ke koperasi. Koperasi menjualnya ke PT. Indokom dan MTC, PT.Indokom dan MTC menjualnya ke pembeli dari AS dan Australia. Pada 4 September 2018, Bank Indonesia menginisiasi pembentukan klaster kopi dan melakukan MoU bersama Pemda Ngada dan Bank NTT," tuturnya.

Ketua Koperasi Sekunder Arabica Flores Bajawa(kopsek-AFB), Albertus Gua, ketika dihubungi Pos Kupang, Jumat (8/3/2019), mengatakan untuk produksi dari tahun ke tahun mengalami kemajuan. Karena petani mulai memerhatikan kopi secara serius, dalam artian tekhnik budidayanya.

"Selalu ada pemangkasan cabang-cabang yang tidak bermanfaat lagi, sesudah panen. Ada rehabilitasi peremajaan pohon-pohon tua dan malahan sekarang mulai ada penanaman kembali," tuturnya.

Terkait pemasaran untuk usaha yang berkantor di Jalan Soegyopranoto Bajawa ini sudah bagus. Karena mempunyai dua buyer dan pemasaran sudah sampai pada angka Rp 8 miliar.

Wilayah Waingapu dan Tambolaka Diprediksi BMKG Cuaca Berawan

Waspada Hujan Petir di Manggarai, Kupang dan Malaka serta Gelombang Tinggi di Perairan NTT

Enam Tempat Wisata di Sumba Diprediksi BMKG Diguyur Hujan Lokal

Wilayah Waingapu dan Tambolaka Diprediksi BMKG Cuaca Berawan

"Pemasarannya secara lokal regional, nasional bahkan internasional baik dalam bentuk/prodak hs basah, hs kering, roasted dan bubuk. Tapi dari semua produk AFB yang dipasarkan satu pintu secara bersama melalui Kop sekunder mpig afb itu adalh produk hs basah, hs kering dan greenbeen," tuturnya.

Tahun ini juga, kata Albert, ada kerjasama dengan Bank NTT untuk akses modal kerja.

Harga kopi kemasan kopi ini Rp 50.000 per bungkus untuk kemasan 250 gram. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved